TROTOAR.ID, BONE – Pada puasa ke 19 Ramadhan, Wakil Gubernur Sulsel melanjutkan agenda Safari Ramadhan di tanah kelahirannya, Bumi Arung Palakka Kabupaten Bone, Jumat (24/5).
Setibanya di Rumah Jabatan Bupati Bone di Jl. Jalan Petta Ponggawae No.1 Watampone, Andi Sudirman berserta rombongan diterima Bupati dan Wakil Bupati Bone, dan disambut dengan Tari Alusu.
Bupati Bone, Dr H Andi Baso Fashar Padjalangi menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran Andi Sudirman dalam Safari Ramadhan di Kabupaten Bone. Pada kesempatan itu, Bupati Bone juga menyanjung Wagub Sulsel atas perhatian lebih ke Pemkab Bone.
“Semenjak beliau menjadi Wakil Gubernur, banyak terobosan yang dilakukan terlebih dan terkhusus di Kabupaten Bone ini,” ungkap Puang Baso, sapaan akrab Bupati Bone.
Sementara itu, Andi Sudirman mengatakan, ini kali pertama dirinya datang secara resmi di Kabupaten Bone.
“Saya sengaja memilih Kabupaten Bone sebagai salah satu kabupaten yang saya kunjungi dalam agenda Safari Ramadhan,” tuturnya.
Andi Sudirman menambahkan, meskipun ini kunjungan pertama secara resmi di Kabupaten Bone, tetapi program yang diperjuangkan untuk kabupaten ini beberapa sudah terealisasi.
Turut hadir Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pemprov Sulsel Andi Bakti Haruni, Ketua DPRD Kabupaten Bone, Kasrem 141, Dandim POM, Kapolres Bone dan Forkompinda Kabupaten Bone. (*)
[25/5 12.26] Humas pemrov: Andi Sudirman Imbau Umat Muslim Isi Ramadhan dengan Hal Positif
- Ceramah Tarawih di Masjid Al Markaz Al Ma’arif.
BONE – Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melaksanakan Shalat Tarawih di Masjid Al Markaz Al Ma’arif Bone, dan menyampaikan ceramah, Jumat (24/5). Dalam ceramahnya di hadapan ratusan jamaah, Andi Sudirman, menyampaikan, apabila kita berselisih tentang suatu hal, maka kembalikan ke Al-Quran dan As Sunnah. Jangan melihat siapa yang menyampaikan, tapi apa yang disampaikan selama sesuai dengan Al-Quran dan As Sunnah.
“Kita diamanahkan untuk berpegang teguh kepada Al-Quran dan As Sunnah. Begitupun dalam belajar agama, harus berdasarkan Al—Quran dan As Sunnah, tidak bisa hanya salah satu saja,” jelasnya.
Ia juga ingin umat muslim istiqomah dalam mengisi berbagai jenis kegiatan positif di bulan Ramadan.
“Dalam suasana Ramadan ini, mari kita kurangi hal-hal yang menjauhkan kita dari ridho Allah Subhanahu Wata’ala, bicara baik atau diam. Mulut diciptakan untuk menyampaikan hal-hal baik, kalau mulut tidak sanggup untuk menyampaikan hal baik, baiknya kita tahan untuk tidak menyampaikan atau diam,” katanya.
“Dalam berislam, perlu kita ketahui, seperti apa yang dikatakan Imam Syafi’i ketika ada pendapat saya yang saya sampaikan berlawanan dengan As Sunnah yang sahih, maka lemparkan pendapat saya ke tembok,” ungkapnya.
Ia pun berharap suasana kebatinan umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan di bulan Ramadan tetap terjaga. Serta, Sulawesi Selatan pada khususnya selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala. (*)




Komentar