Daerah

Diskumdag Bantaeng Sering Sidak Tapi Gas LPG3 Kg Masih Langka

TROTOAR.ID, Bantaeng – Tabung gas LPG isi 3 Kg atau biasa disebut Si Melon mengalami kelangkaan di Kabupaten Bantaeng. Hal itu lantas berdampak pada inflasi atau kenaikan harga.

Seperti yang dikatakan Saharuddin, warga Dusun Birea, Desa Pa’jukukang yang mengaku kelangkaan gas sangat terasa.

Dia menyebut, biasanya gas subsidi itu dibelinya seharga Rp16 ribu sampai Rp17 ribu, namun menjelang hari raya Idulfitri 1440 Hijriah hingga berakhirnya bulan Ramadhan, harga memasuki angka Rp25 ribu sampai Rp30 ribu di pengecer.

“Sudah cari dari desa sampai di kota tapi tidak dapat. Jadinya untuk masak air saja saya susah. Ada ji tapi harganya ada yang 25 ada yang 30 ribu,” aku Saharuddin, Senin (10/6/2019).

Sementara itu, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Bantaeng, Meyryani Majid mengatakan bahwa pihaknya selalu melakukan pemantauan harga.

Bahkan jika ditemukan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan, pihaknya pun bakal melakukan inspeksi dadakan atau sidak.

“Kami selalu melakukan pemantauan harga, dan jika terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi biasanya tim turun menyidak,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.

Jika hal itu terjadi, lanjut dia, maka pihaknya mengupayakan untuk mencari solusi agar harga tabung gas tersebut kembali stabil.

Menanggapi hal ini, Ketua LSM LKP-PAN, Alimiuddin mengatakan bahwa sudah seharusnya, ihwal kelangkaan hingga mengakibatkan melonjaknya harga tabung gas itu ditanggapi dengan serius oleh instansi terkait.

“Ini masalah serius dan harusnya instansi pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi, UKM dan Perdaganga bisa bergerak cepat menanggulanginya,” ucapnya.

Melonjaknya harga ini, menurutnya seakan sudah menjadi tradisi tiap tahunnya di hari-hari penting, seperti hari raya idulfitri. Momentum seperti itu dimanfaatkan untuk meraup keuntungan dari warga.

Bahkan dia menduga dinas terkait melakukan pembiaran tanpa ada solusi yang ditawarkan mengenai kelangkaan dan melonjaknya harga tabung gas 3 Kg ini.

“Kelangkaan ini membuat resah masyarakat karena aktifitas dapur dalam rumah tangga terganggu. Saya curiga ini ada penimbunan,” paparnya.

Bahkan dia akan mrnyikapi dengan tegas kasus kelangkaan dan melonjaknya harga tabung tersebut. Dia menyebut dalam waktu dekat ini, jika instansi terkait tidak memberikan langkah taktis, maka pihaknya bakal melapor di Unit Tipidter Polres Bantaeng. (Sid)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

Pelantikan Ketua KNPI Sulsel Dihiasi Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah

MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi…

8 jam ago

Evaluasi PAD Triwulan I, Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Akselerasi Penggunaan QRIS

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola…

12 jam ago

Tiga Ketua Umum KNPI Resmi Lantik Vonny Ameliani Pimpin KNPI Sulsel 2026–2029

MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…

12 jam ago

Pemprov Sulsel Perkuat Integrasi Pengelolaan SDA Jeneberang, Sidang TKPSDA Bahas Sistem Informasi dan Kolaborasi Nasional

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui…

12 jam ago

Sidrap Kian Dekat Jadi Ibu Kota Angin Nasional, Investor Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW

SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menarik perhatian investor global di sektor energi…

13 jam ago

Terima Audiensi Kawan UMKM, Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung MULIA EXPO 2026

MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Komunitas Kawan UMKM…

14 jam ago

This website uses cookies.