TROTOAR.ID,SELAYAR – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pelajar Pasilambena (GMPP) Kabupaten Kepulauan Selayar, Hendriawan menyayangkan adanya pembangunan Sumur Bor di Desa Pulo Madu yang tidak selesai.
Menurutnya, pekerjaan yang menyedot anggaran 90 jutaan tersebut, sampai hari ini belum dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat Pulo Madu.
Sementara itu, kata dia, air menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat Pulo Madu apalagi pada saat musim kemarau.
“Kami lihat sampai hari ini sumur bor itu tidak selesai, belum ada yang dapat di nikmati oleh masyarakat disana,” kata Hendriawan saat di konformasi, Minggu 30 Juni 2019.
Lanjut dia, jika dilihat dari nominal anggaran pembangunan sumur bor pada tahun anggaran 2018 ini memang bisa dikata tidak begitu besar. Akan tetapi pihaknya sangat menyayangkan kegiatan ini tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Olehnya itu, mahasiswa YPUP Makassar ini meminta kepada pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap kepala desa Pulo Madu.
“Kami minta pihak terkaik melakukan pemeriksaan khusus terkait kegiatan itu, jangan sampai anggaran tersebut disalahgunakan untuk kepentingan lain,” ujarnya.
“Karena ini bukan soal besar kecilnya anggaran yang digunakan tapi terkait kualitas pekerjaanya itu yang kami sayangkan, ” pungkas Hendriawan. (Harlin)
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Ketua II DPRD Papua Barat Daya, Fredrik Frans Adolof Marlissa, memimpin…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan standar operasional prosedur (SOP) terpadu penanganan Orang…
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi, dijadwalkan segera dilantik sebagai…
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat Daya melakukan kunjungan kerja ke…
SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar,…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan…
This website uses cookies.