ICW Bersama PerDik Ajak Kaum Difabel Ikut Awasi Anggaran Daerah

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 04 Juli 2019 23:32

ICW Bersama PerDik Ajak Kaum Difabel Ikut Awasi Anggaran Daerah

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Indonesia Corruption Watch (ICW) bekerjasama dengan Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDik) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Pelatihan Analisis dan Advokasi anggaran di Hotel Horison, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (4/7/2019).

Pelatihan advokasi pengaggaran itu melibatkan lembaga difabel seperti HWDI Sulsel, Permata Kota Makassar, National Paralympic Committeee (NPC) Kota Makassar, PerDik Sulsel, Forum Anak Istimewa (Forkasi) Kota Makassar, Ikatan Tuna Netra Muslim Kota Makassar. Kegiatan itu berlangsung salam tiga hari, mulai Kamis – Sabtu.

Anggota Badan Pekerja ICW Tibiko Zabar Pradano mengatakan, pelatihan anilisis dan advokasi anggaran dengan melibatkan lembaga difabel adalah pertama kali dilakukan ICW. Itu dilakukan untuk memberikan pembekalan terhadap lembaga difabel untuk mengenal dan mamahani model penganggaran mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga tingkat kota dan provinsi.

“Jadi memang ini perlu untuk dilakukan oleh teman-teman difabel untuk mendapatkan hak yang sama dalam proyeksi perencanaan penganggaran pemerintah dari level bawah hingga atas,” kata Tibiko.

IMG 20190704 WA0071

Ia menjelaskan, teman-teman difabel memang sudah semestinya membangun kesadaran dan keberanian untuk berpartisipasi dalam penyusunan dan pengawasan anggaran.

Tibiko menjelaskan, teman-teman difabel harus dilibatkan dalam Musrenbang tingkat desa / kelurahan sampai pada musrembang tingkat kecamatan. Sehingga, hak-hak teman- teman difabel terpenuhi.

Tidak hanya soal penganggaran, lanjut Tibiko, kebijakan pemerintah itu mesti ikut merefresentasikan hak-hak difabel di dalamnya. Baik secara politik maupun kepentingan-kepentingan lainnya.

“Di situlah teman teman difabel ikut di sana. Sehingga APBD mencerminkan keberpihakan pada kelompok difabel,” ujarnya.

Menurutnya, partisipasi teman-teman difabel bukan hanya pada saat pengesahan saja. Akan harus dilibatkan sejak awal yakni penyusunan dan pembahasan draft.

“Nah inilah pentingnya pelatihan ini untuk memberikan pemahaman soal penganggaran,” katanya.

Sementara, Direktur Eksekutif PerDik Sulsel Abd Rahman menilai, pelibatan lembaga-lembaga difabel dalam penyusunan hingga pembahasan dan pengesahan anggaran di Makassar masih sangat minim. Begitu juga untuk skala Sulsel.

Gusdur, nama beken Ketua PerDik Sulsel itu mengatakan, dalam Musrenbang tingkat desa / kelurahan, hingga kecamatan hanya melibatkan tokoh pemuda.

“Teman- teman kadang hanya dilibatkan di level kota dan kabupaten saja. Kalau untuk kecamatan masih sangat minim,” kata Gusdur.

Padahal, lanjut Gusdur, lembaga-lembaga difabel harusnya menjadi representatif dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan. Dan itu dimulai dari tingkat kelurahan dan desa sebagai lingkungan sosial kemasyarakatan. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro16 Juli 2026 18:55
Gubernur Andi Sudirman Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel, 270 Siswa Siap Wujudkan Mimpi
Makassar, Trotoar.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rak...
Metro16 Juli 2026 18:43
RSUD Daya Perkuat Pelayanan
Trotoar.id, Makassar — Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Daya Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang human...
Politik16 Juli 2026 16:46
Dari Batu Putih ke GOlkar Sulsel, IAS Menuju Kemenangan Tanpa Lawan
Makassar, Trotoar.id — Bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dijadwalkan mengembalikan formulir ...
Metro16 Juli 2026 02:45
Pangdam Hasanuddin Silaturahmi di Warkop, Rayakan 26 Tahun Pernikahan dengan Bernyanyi Bersama
MAKASSAR, Trotoar.id – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai silaturahmi yang digelar Pangdam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, bersama masyaraka...