
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Saudara Besan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Sri Wahyuni Nurdin menjadi terperiksa dalam sidang panitia hangket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Jum’at 19 Juli 2019.
Dalam sidang hak angket DPRD Sulsel, Sri Wahyuni mengakui jika Salah satu anak dari saudara dia menikah dengan anak Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel)
“Anak dari saudara saya menikah dengan anak Gubernur Nurdin Abdullah,” Kata Sri Wahyuni Nurdin dalam sidang panitia hak angket DPRD

Meski pada sidang hak angket DPRD Sulsel, Sri Wahyuni yang juga sebagai auditor senior yang telah bwrtugas selama 13:tahun diInspektorat provinsi sebelumnya menutupi hubungan dirinya dengan keluatga Nurdin Abdullah yang miliiki hubungan keluarga.
Hingga Sri Wahyun dengan nada meninggi meminta kepada anggota panitia hak angket untuk berhati-hati dalam berkomentar yang nantinya bisa menjadi fitnah.
“Hati-hati Pak kalau komentar, jangan buat fitnah,” Kata Sri Wahyuni kepada Fachruddin Rangga yang mempertanyakan hal tersebut kepada Sri Wahyuni. Nurdin
Hingga Sri mengaku jika dirinya tidak diketahui oleh keluarganya tidak mengetahui dirinya hadir di sidang hak angket sebagai terperiksa dan disumpah dalam memberikan keterangan kepada panitia sidang hak angket DPRD Sulsel

Meski memiliki hubungan keluarga adengan Nurdin Abdullah dirinya mengaku jarang menginjakkan kakinya di rumah jabatan, meski cucu saudaranya juga tinggal disana.
Sri Wahyuni Nurdin diketahui hadir dalam sidang hak angket untuk memberi keterangan terkait hasil pwmeriksana inspektrotat terhadap Biro Umum Pemerintah Provinsi yang menemukan sejumlah temuan perjalanan fiktif.
Termasuk temuan perjalanan dinas fiktif pemberangkatan tim TGUPP bersama Gubernur Sulsel ke Jepan yang nilainya mencapai Rp268 juta, yang tidak mengantongi ijin berperhian keluar negeri dari sekretaris neegara untuk Gubernur berpergian keluar negeri
Serta temuan perjalanan dinas fiktif yang ada di biro umum, serta pengadaan makan minum yang nilainya 48 juta, dan pembelian sebuah gelang kesehatan yang dianggarkan oleh Biro umum (Upi)


Komentar