TROTOAR.ID, MAKASSAR — Dewan Pembina Majelis Keturunan Tomanurung Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menegaskan, bila kedaulatan kerajaan boleh diserahkan kepada pemerintah setempat, tetapi simbol kerajaan harus tetap ada.
Hal ini ditegaskan Nurdin saat kegiatan Rapat Kerja Majelis Keturunan To Manurung di Baruga Patingngalloang Rujab Gubernur, Minggu (28/7).
“Kedaulatan kerajaan boleh diserahkan kepada pemerintah tapi simbol harus tetap ada,” kata Nurdin Abdullah.
Untuk itu Gubernur mengatakan kedepannya akan membuat peraturan daerah untuk memberikan perlindungan Majelis Keturunan To Manurung Sulsel.
“Kita mau membuat Perda (Peraturan Daerah) mengenai adat-istiadat kita. Saya rasa pemerintah harus hadir,” kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.
Olehnya itu, Karaeng Bantaeng ini berharap Majelis Keturunan To Manurung ini bisa menjadi rujukan bagi lembaga adat istiadat daerah lain di Indonesia.
“Kita harus percaya bahwa pemangku adat masih ada. Majelis Keturunan To Manurung ini harus menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkasnya. (*)
Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja sektor pajak hiburan di Kota Makassar menunjukkan tren yang semakin menggembirakan.…
LUWU, Trotoar.id — Peringatan Hari Posyandu Nasional tingkat Kabupaten Luwu digelar di Posyandu Sartika, Desa…
This website uses cookies.