
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Panitia sidang hak Angket DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Sulsel memeriksa orang dekat Istri Nurdin Abdullah, (NA) Hadjrah yang juga seorang pengusaha. A
Hadjrah yang hadir di sidang hak angket menggunakan sejumlah barang mewah, seperti tas yang bermerek Aigner yang seharga Jutaan rupiah dan jam tangan mewah hingga dikawal sejumlah kerabat dekatnya.
Bahkan dalam sidang hak angket DPRD Sulsel, anggota panitia sidang hak angket mencecar sejumlah pertanyaan perihal kedekatan dirinya dengan istri Gubernur Sulsel Liestiaty Fachruddin.

Ibu rumah tangga yang juga seorang pengusaha sarang burung walet dan memiliki sejumlah tambak udang ini mengaku dirinya dekat dengan istri Nurdin Abdullah semenjak almarhum suaminya masih menjabat sebagai kepala dinas PU di kabupaten Bantaeng.
Hingga kembali Nurdin Abdullah terpilih di pilgub sebagai GUbernur Sulsel dan Lies meminta dirinya untuk menduduki jabatan sebagai wakil ketua Tim Penggerak PKK di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hingga saat anggota panitia sidang hak angket mempertanyakan keterlibatan Hadjrah dalam keikutsertaannya pada beberapa tender proyek yang lingkup pemerintah provinsi.
Dan tidak muak-main panitia sidang hak angket menyebut jika terdapat 20 perusahaan yang diduga milik wakil ketua TP PKK Provinsi dan menjadi pemenang pada tender pengadaan barang dan jasa di Pemprov Sulsel.

“Kita punya data bu Hajrah, jika ibu diduga memiliki sejumlah perusahaan yang ikut tender barang dan jasa di pemprov Sulsel, ” Kata Kadir Halid Ketua Sidang Hak Angket DPRD Sulsel
Namun Hadjrah membantah jika dirinya tidak memiliki perusahaan apa pun termasuk tidak memiliki izin usaha untuk sarang burung walet dan tambak udang yang ada di kabupaten Pinrang.
“Saya tidak punya perusahaan seperti yang disebut dalam sidang hak angket, termasuk izin usaha sarang burung walet dan tambak udang,” Kata Hadjrah (***)


Komentar