TROTOAR. ID, MAKASSAR — Menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo menggelar pertemuan bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Sofyan Djalil.
Dalam pertemuan tersebut, untuk membahas program mensinergikan data luas lahan persawahan, sehingga tidak ada lagi perbedaan data terkait jumlah area persawahan
“Awal Desember kami akan sepakati bersama data akhir yang digunakan. Tidak ada lagi istilah data-data berbeda. Data pertanian hanya ada satu,” ungkap Syahrul dikutip Jpnn.com
Baca Juga :
Namun untuk mendukung penyesuaian data kata -Syahrul Kementerian Pertanian dan Menteri Angkatan ATR/BPN akan Sama-Sama melakukan verifikasi data di sejumlah wilayah.
Tidak hanya dua kementerian yang akan melakukan verifikasi, akan tetap Kementan juga akan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Informasi Geospasial (BIG).
“Perbedaan terjadi karena kita menggunakan citra satelit sehingga ada bias. Kita sekarang sudah satu data, kita akan menggunakan citra satelit dengan deviasi rendah dengan demikian kesalahannnya bisa kita perhitungkan,” papar Syahrul.
Bahkan mantan gubernur Sulsel dua periode tersebut berjanji akan mengawal secara langsung proses verifikasi data dan hasil akhir nantinya akan menjadi dasar pengunaan dalam perumusan kebijakan pembangunan di sektor pertanian
Dia menegaskan penyesuaian data ini bukan main-main sebab aap yang akan dilakukannya terkait dengan kebutuhan pangan 267 juta penduduk Indonesia yang pangannya harus terse$ia setiap saat
“Dampak dari data akhir akan sangat besar, baik terhadap petani maupun masyarakat luas. Jadi kita tidak boleh main-main. Apalagi ini menyangkut kebutuhan pangan 267 juta rakyat Indonesia,” ujar SYL.
Berdasarkan perhitungan tahun 2018, Lahan Baku Sawah Nasional seluas 7.105.145 hektare, berkurang 645.854 hektare dibandingkan Lahan Baku Sawah tahun 2013 seluas 7.750.999 hektare. Tetapi Sofyan memastikan perhitungan tersebut akan berubah.
“Kami sudah punya data, tapi tidak akan merilis sebelum teman-teman memfinalkan hasilnya. Kami memastikan akan penambahan, tapi untuk hasil akhirnya mari kita tunggu keputusan rapat bersama,” tegas Sofyan.




Komentar