Categories: DaerahMetro

Nurdin Abdullah Minta Saran Jepang Terkait Pengembangan Wisata Air Panas Lejja

TROTOAR.ID, SOPPENG — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, berkunjung ke Kabupaten Soppeng, Rabu, 12 Februari 2020. Nurdin meninjau pembangunan jalan dan Kawasan Wisata Alam (KWA) Lejja.

Dalam kunjungan ke kawasan wisata permandian air panas ini, Nurdin Abdullah bersama Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa. Mereka disambut oleh Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, Camat Marioriawa, Dandim 1423 Soppeng, dan masyarakat Kecamatan Marioriawa.

Konjen Miyakawa membawa perencana ahli dari Jepang. Diantaranya, Ishimoto,
Kawai, Katayama, Totani. Mereka dimintai saran terkait pengembangan Lejja. Apalagi, Jepang dikenal dengan permandian air panasnya yang dikelola dengan baik, dan menjadi objek wisata favorit.

Kaswadi kemudian mengajak gubernur berkeliling KWA Lejja dan menjelaskan rencana pengembangan kawasan.

Nurdin kemudian meminta gambar pengembangannya. Untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para wisatawan terutama dari sisi kebersihan, ia menyarankan agar dibangun toilet setara fasilitas hotel bintang lima.

“Kalau bisa satu toilet ekslusif kita bangun disini, setara bintang lima,” kata Nurdin Abdullah.

Melalui program ini, Nurdin mengajak kepada seluruh yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk ikut berkontribusi pada pembangunan toilet di Sulsel.

Ia juga menanyakan terkait fasilitas pendukung lainnya, bahkan untuk agro wisata di Lejja.

Bupati Soppeng, Kaswadi Razak menjelaskan, kedatangan Gubernur untuk memastikan Lejja dapat menjadi objek wisata andalan Sulsel di Indonesia. Maka memastikan rencana pembangunannya juga menjadi perhatian serius.

“Kita rancang untuk jadikan objek wisata andalan Sulsel di Indonesia. Karena air panas Lejja ini membanggakan, beda dengan air panas yang lain. Aroma belerangnya tidak terlalu berbau, airnya 60 derajat (celcius) sangat bagus untuk kesehatan,” jelasnya.

Saat ini pengelolaan Lejja diserahkan ke Perusda. Sesuai mekanisme yang ada, Pemda Soppeng diberi hak pengelolaan 50 hektare dalam jangka 50 tahun.

“Pak Gubernur sudah membawa investor dan Pemerintah Provinsi siap melakukan pengembangan. Ada beberapa fasilitas yang ditingkatkan, yang kurang ditambah,” ujarnya.

Fasilitas tersebut seperti kolam, penginapan dan area bermain. “Desain sudah ada, sisa menunggu anggaran dari Pemerintah Provinsi,” pungkasnya.

Koordinator Tim Infrastruktur pada TGUPP Gubernur, Hendra Pahri, mengatakan, rombongan Konjen Jepang yang datang memberikan saran-saran. Karena satu-satunya di Sulsel, ini kalau dikembangkan akan besar dampaknya bagi masyarakat.

“Terkait ini, kami bagaimana provinsi tetap mensuport kabupaten dalam hal pembangunan,” ujarnya.(*)

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Bupati Sidrap Apresiasi Peran Gemes Squad dalam Memajukan Ekonomi Kreatif Lokal

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary)…

15 jam ago

Munafri: Muslim Life Fair Jadi Momentum UMKM Naik Kelas di Makassar

Walikota .akadsar, Munafri Arifuddin

19 jam ago

Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali Sekolah

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan…

20 jam ago

TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026

JENEPONTO, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan fokus…

21 jam ago

Walk Out dari Mubes, IKAFE Ingin IKA Unhas Lebih Berdampak

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…

24 jam ago

Optimisme Bupati Sidrap di MRS Celebes 2026: Dari Lokal Menuju Internasional

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang yang juga Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan,…

1 hari ago

This website uses cookies.