Nurdin Abdullah Minta Saran Jepang Terkait Pengembangan Wisata Air Panas Lejja

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 14 Februari 2020 01:34

Nurdin Abdullah Minta Saran Jepang Terkait Pengembangan Wisata Air Panas Lejja

TROTOAR.ID, SOPPENG — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, berkunjung ke Kabupaten Soppeng, Rabu, 12 Februari 2020. Nurdin meninjau pembangunan jalan dan Kawasan Wisata Alam (KWA) Lejja.

Dalam kunjungan ke kawasan wisata permandian air panas ini, Nurdin Abdullah bersama Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa. Mereka disambut oleh Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, Camat Marioriawa, Dandim 1423 Soppeng, dan masyarakat Kecamatan Marioriawa.

Konjen Miyakawa membawa perencana ahli dari Jepang. Diantaranya, Ishimoto,
Kawai, Katayama, Totani. Mereka dimintai saran terkait pengembangan Lejja. Apalagi, Jepang dikenal dengan permandian air panasnya yang dikelola dengan baik, dan menjadi objek wisata favorit.

Kaswadi kemudian mengajak gubernur berkeliling KWA Lejja dan menjelaskan rencana pengembangan kawasan.

Nurdin kemudian meminta gambar pengembangannya. Untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para wisatawan terutama dari sisi kebersihan, ia menyarankan agar dibangun toilet setara fasilitas hotel bintang lima.

“Kalau bisa satu toilet ekslusif kita bangun disini, setara bintang lima,” kata Nurdin Abdullah.

Melalui program ini, Nurdin mengajak kepada seluruh yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk ikut berkontribusi pada pembangunan toilet di Sulsel.

Ia juga menanyakan terkait fasilitas pendukung lainnya, bahkan untuk agro wisata di Lejja.

Bupati Soppeng, Kaswadi Razak menjelaskan, kedatangan Gubernur untuk memastikan Lejja dapat menjadi objek wisata andalan Sulsel di Indonesia. Maka memastikan rencana pembangunannya juga menjadi perhatian serius.

“Kita rancang untuk jadikan objek wisata andalan Sulsel di Indonesia. Karena air panas Lejja ini membanggakan, beda dengan air panas yang lain. Aroma belerangnya tidak terlalu berbau, airnya 60 derajat (celcius) sangat bagus untuk kesehatan,” jelasnya.

Saat ini pengelolaan Lejja diserahkan ke Perusda. Sesuai mekanisme yang ada, Pemda Soppeng diberi hak pengelolaan 50 hektare dalam jangka 50 tahun.

“Pak Gubernur sudah membawa investor dan Pemerintah Provinsi siap melakukan pengembangan. Ada beberapa fasilitas yang ditingkatkan, yang kurang ditambah,” ujarnya.

Fasilitas tersebut seperti kolam, penginapan dan area bermain. “Desain sudah ada, sisa menunggu anggaran dari Pemerintah Provinsi,” pungkasnya.

Koordinator Tim Infrastruktur pada TGUPP Gubernur, Hendra Pahri, mengatakan, rombongan Konjen Jepang yang datang memberikan saran-saran. Karena satu-satunya di Sulsel, ini kalau dikembangkan akan besar dampaknya bagi masyarakat.

“Terkait ini, kami bagaimana provinsi tetap mensuport kabupaten dalam hal pembangunan,” ujarnya.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik24 Agustus 2026 17:00
Jelang Pemilu 2029, Gerindra, Golkar dan PDIP Sulsel Pasang Target Tinggi
MAKASSAR, Trotoar.id — Jelang Pemilu 2029, sejumlah partai politik di Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik dengan memasang target peroleh...
Parlemen24 Agustus 2026 13:08
DPRD Sulsel Minta Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Dikaji Mendalam
MAKASSAR, Trotoar.id  — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Selatan meminta pemerintah melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menetapkan pem...
Metro24 Agustus 2026 13:08
Pemkot Makassar Siapkan Strategi Bawa Produk Lokal dan Pariwisata ke Pasar Global
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar mulai membuka jalur kolaborasi untuk membawa potensi pariwisata, produk Usaha Mikro, Kecil, dan Mene...
Metro23 Agustus 2026 22:12
Makassar Tuan Rumah, Munafri Sambut 1.173 Peserta MTQ KORPRI Nasional 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut 1.173 peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 202...