TROTOAR.ID, MAKASSAR – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat, melakukan video conference bersama perwakilan Kementerian Dalam Negeri RI, Jumat, 3 April 2020. Dalam laporannya, Abdul Hayat menjelaskan, berdasarkan data umum terkait Covid-19 di Sulsel, Pemprov telah melakukan perlindungan dan sekuritas sosial.
“Untuk melakukan protection, perlindungan dan jaminan sosial, tentu kita sudah melakukan refocusing. Hasil refocusing yang kita lakukan itu adalah Rp 107 miliar untuk jaring pengaman sosial”, terangnya.
Abdul Hayat menjelaskan, untuk melakukan refocusing tersebut secara efektif diperlukan Basis Data Terpadu (BDT) dari Kementerian Sosial.
“Apa-apa saja BDT yang belum tersentuh oleh jaring pengaman sosial, kita akan segera pastikan untuk antisipasi dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19 ini,” lanjutnya.
Ditambahkannya lagi, hal yang paling diperlukan dalam menghadapi wabah pendemi Covid-19 tersebut adalah sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah. Salah satunya adalah dengan memastikan secara konkret jumlah bantuan. Sehingga, tidak terjadi tumpang-tindih pelaksanaan kerja di lapangan.
Hadir mendampingi Abdul Hayat dalam pertemuan tersebut, Perwakilan BPBD Sulsel, perwakilan Dinas Perhubungan Sulsel, serta perwakilan Dinas Kesehatan Sulsel. (*)
LUWU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dikabarkan bertolak ke…
LUWU, Trotoar.id— Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, meninjau langsung proses pengaspalan jalan poros…
MAKASSAR, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Makassar menunda pembahasan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya penataan kota di Makassar tak melulu bergantung pada penertiban pemerintah. Di…
This website uses cookies.