
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Anggota Komisi Dewan Perwakilan. Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan mencecar kepala dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan terkait besaran anggaran perawatan untuk setiap pasien positif corona maupun pasien yang masuk dalam kategori PDP yang mengikuti wisata covid-19.
Hal tersebut tanyakan oleh Wahyudin M Nur dalam rapat kerja komisi E bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.
“Pak kadis mungkin bisa menjelaskan dalam rapat ini soal besaran anggaran perawatan untuk setiap pasien positif Corona dan anggaran wisata covid-19, yang dilakukan pemerintah provinsi saat ini, ” Kata Wahyudin M Nur
Wahyuddin juga meminta penjelasan dinas kesehatan soal maraknya pengambilan paksa jenazah pasien yang diduga terpapar virus corona oleh keluarga almarhum maupun Almarhumah
Selain itu anggota Komisi E yang berasal dari partai Hanura juga meminta penjelasan kepala dinas Kesehatan tentang penanganan virus corona di Sulsel dimana setiap hari jumlah pasien positif terus bertambah
Dikesempatan tersebut kepala dinas Kesehatan Muhammad Ihcsan Mustari menyebutkan jika tidak ada patokan besaran anggaran untuk setiap pasien positif corona yang mendapat perawatan medis di Rumah Sakit.
Besaran anggaran berbeda-beda, sebab beberapa pasien covid-19 yang memiliki penyakit bawaan nilainya akan berbeda, termasuk pasien yang menggunakan ventilator jelas anggaranya besar

“Untuk biaya perawatan untuk setiap pasien covid-19 tidak ada patokan, sebab hampir semua pasien positif Corona memiliki penyakit bawaan yang memerlukan perawatan khusus, ” Jelas Kadis kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan
Dan untuk anggaran biaya wisata Covid-19 alokasi anggaranya tidak pada dinas kesehatan melainkan langsung ke BPKD Sulsel yang mengatur biaya sewa kamar dan makan bagi pasien yang mengikuti wisata covid-19.

