Penderita Corona Terus Bertambah, Sulsel Geser Posisi Jabar

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 20 Juni 2020 09:18

3D illustration of Coronavirus, virus which causes SARS and MERS, Middle East Respiratory Syndrome
3D illustration of Coronavirus, virus which causes SARS and MERS, Middle East Respiratory Syndrome

TROTOAR.ID, MAKASSAR Sulawesi Selatan Merupakan Salah Satu provinsi dengan angka penularan virus corona tertinggi saat ini, bahkan per hari jumat, angka pasien positif di sulsel bertambah sebanyak 207 Orang 

Angka tersebut merupakan sejarah pertama bagi Sulsel yang dipimpin Nurdin Abdullah menjadi Provinsi dengan tingkat penderita virus terbanyak di luar pulau Jawa

Berdasarkan data resmi yang tercantum pada laman covid19.go.id, Sulsel tercatat sebagai provinsi di peringkat ketiga dengan jumlah pasien sebanyak 3.200 dan mengalahkan Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 48 juta lebih 

Tingginya angka penularan virus corona yang masih saja terjadi di Sulsel dan beberapa daerah lainnya, menjadi tanda tanya besar bagi pemerintah yang dianggap tak mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat sesuai dengan amanah UU. 

Dari angka penambahan tersebut terjadi beberapa kabupaten Kota di Sulsel, diantaranya Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar menjadi daerah yang terus bertambah

Hingga kini pemerintah Kota Makassar menerapkan aturan disiplin penggunaan masker bagi masyarakat yang beraktivitas, hingga akan menjatuhkan sanksi pembekuan KTP jika pemerintah menemukan warga tak menggunakan masker. 

Kebijakan pemerintah Kota Makassar tersebut sebagai langkah menekan angka penularan wabah virus corona yang terus bertambah, hingga mengakibatkan Makassar salah satu kita yang masih dalam wilayah zona merah 

Melihat hal tersebut direktur Insting Institute Syamsul Bahri menyebutkan jika pemerintah harus tegas dalam bersikap, termasuk melakukan pembatasan gerak sosial, dan terus memberi edukasi kepada warga agar masyarakat paham dan mengetahui pola pencegahan 

“Lonjakan ini cukup mengkhawatirkan, pemerintah jangan cari diam dan memberi himbauan saja harus ada langkah konkret, untuk menekan angka penularan, ” Jelasnya 

Sebab saat ini menurutnya ada beberapa faktor mengapa penularan masih saja terjadi di Sulsel, salah satunya pendekatan humanis yang tidak dilakukan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang diduga terpapar virus corona.

 Komentar