Bawaslu Warning Calon Perseorangan

Suriadi
Suriadi

Selasa, 14 Juli 2020 19:26

Bawaslu Warning  Calon Perseorangan

TROTOAR.ID, MAKASSAR –– Dalam pengawasan tahapan verifikasi faktual (verfak) dukungan calon perseorangan Pilkada 2020 yang berlangsung 24 Juni hingga 12 Juli 2020,

Bawaslu RI telah mengungkapkan sejumlah hasil pengawasan, di antaranya temuan ribuan dokumen dukungan dari ASN dan penyelenggara Pilkada, pendukung yang telah meninggal dunia, pendukung ganda serta yang pendukung yang telah pindah domisili, hingga kendala teknis seperti penggunaan teknologi informasi dan ketersediaan jaringan di tiap-tiap daerah pemilihan.

Baca Juga  Perlunya Jaminan Sosial Bagi Nelayan

Seluruh pengawasan verifikasi itu dilakukan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan untuk menghindari adanya penyebaran Covid-19.

Namun, selain kendala yang telah disebutkan di atas, kendala lain yang perlu jadi perhatian penyelenggara, utamanya KPU adalah terkait Surat Edarah baik KPU maupun Bawaslu yang secara eksplisit menyatakan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang dinyatakan reaktif COVID-19 mesti diganti.

Berdasarkan hasil koordinasi di Bawaslu Provinsi Sulsel, beberapa kabupaten/Kota petugas PPDP yang akan melakukan Coklit ada yang mundur dan atau mesti mundur karena saat dilakukan rapidtes terbukti reaktif.

Baca Juga  TP: Saya Punya Hak Dalam Menentukan Susunan Kepengurusan

“Sampai kemarin, khusus Makassar, sesuai laporan yang disampaikan oleh anggota Bawaslu Makassar, ada lebih dari 500 PPDP yang dinyatakan reaktif. Sebanyak lebih dari 400 orang menyatakan mundur karena tidak bersedia melakukan rapid tes. Ini Makassar, bagaimana daerah lain? Jadi KPU Makassar mesti mengganti petugas PPDP baru dan bebas Covid hampir 1000-an orang, sementara jadwal Coklit mulai besok,” jelas Koordinator Hubungan Masyarakat Bawaslu Sulsel Saiful Jihad via pesan Whatsapp, Selasa (14/7).

Baca Juga  Buffer Stok Logistik Pemprov Sulsel disalurkan untuk Korban Kebakaran di Ariang, Tana Toraja

Kedua, potensi bencana juga mesti jadi perhatian khusus. Peristiwa banjir bandang yang melanda Masamba, Kabupaten Luwu Utara tentu akan sangat berpengaruh pada tahapan.

“Bencana Alam mesti dihitung. Kasus banjir bandang yang melanda Lutra, tentu juga akan sangat berpengaruh pada agenda pelaksanaan Coklit, yang jadwalnya mulai besok,” jelas Saiful Jihad. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro21 Oktober 2026 22:17
Tekan Tawuran, Appi Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
MAKASSAR, Trotoar.id — Maraknya tawuran antarkelompok di Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan di tingkat w...
Metro21 Oktober 2026 18:12
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Appi Tegaskan PSEL Makassar Tak Boleh Dipaksakan
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota...
Metro21 Oktober 2026 17:16
Tampil di Forum Asia-Pasifik, Appi Paparkan Inovasi PAUD Holistik-Integratif Makassar
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membawa inovasi pembangunan anak usia dini Kota Makassar ke panggung Asia-Pasifik. Di f...
News14 Juli 2020 19:26
Bawaslu Warning Calon Perseorangan
GOWA, Trotoar.id — Jalan berlubang dan debu yang selama ini menjadi persoalan pengguna jalan di ruas Burung-Burung–Bili-Bili, Kabupaten Gowa, kini...