Unjuk Rasa Didepan Kantor Gubernur, Mahasiswa Bulukumba Bentangkan Spanduk “Gubernur NA Lebih Kejam dari Covid-19”

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 27 Juli 2020 17:53

Unjuk Rasa Didepan Kantor Gubernur,  Mahasiswa Bulukumba Bentangkan Spanduk “Gubernur NA Lebih Kejam dari Covid-19”

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Puluhan Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin 27 Juli 2020.

Aksi Mahasiswa dilakukan untuk meminta kepada tim gugus dan Gubernur Sulsel memberi izin kepada Andi Baso Ryadi Mappasulle untuk memindahkan makam istrinya dari pemakaman khusus corona di Macanda Kabupaten Gowa, lantaran Almarhum divonis negatif mengidap virus asal Wuhan china tersebut 

“Polemik yang menimpa keluarga beliau telah berlangsung lama yaitu meminta kepada Ketua Tim Gugus Tugas (Gubernur Sul-Sul) untuk proses pemindahan jenazah almarhumah istri dari Andi Baso Ryadi Mappasulle yang dimana awalnya diberi status PDP yang akhirnya setelah dilakukan Swab test dinyatakan negatif Covid-19,” kata Jendral lapangan aksi,  Dody Bakaru dalam orasinya.

Aksi mahasiswa dilakukan dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan “Gubernur Sulsel NA, Lebih Kejam Dari Covid-19” bunyi tulisan pada spanduk yang dibentangkan para mahasiswa yang juga berasal dari Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba, Menagih Janji Gubernur NA.”

Dari pantauan, Peserta aksi tampak berorasi secara bergantian dengan menggunakan Sound System, membagikan selebaran pernyataan sikap kepada para pengguna jalan yang melintas di lokasi aksi. Serta membentangkan Spanduk bertuliskan Kritikan-kritikan kepada Gubernur Prov. Sulsel dan Tim Gugus Tugas Covid-19,

Irman Nur selaku Ketua PB-KKMB, meminta kepada GUbernur Sulsel untuk menepati janjinya kepada keluarga Almarhum.

“Kami meminta kepada Gubernur Sulawesi Selatan agar segera merealisasikan pemindahan kuburan almarhumah dari Macanda Kabupaten Gowa.

“Meminta kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk minta maaf kepada masyarakat Bulukumba, serta memperbaiki system penangan Covid-19,” tegasnya.

Aksi mahasiswa menuntut janji Gubernur SUlsel Nurdin Abdullah dilakukan untuk  mencari keadilan bagi keluarga Kakanda kita Andi Baso Ryadi Mappasulle. 

Dimana polemik yang menimpa keluarga beliau telah berlangsung lama yaitu meminta kepada Ketua Tim Gugus Tugas (Gubernur Sul-Sul) untuk proses pemindahan jenazah almarhumah  yang dimana awalnya diberi status PDP yang akhirnya setelah dilakukan swab test dinyatakan negatif covid-19.

Dari pihak Gubernur Sulsel sendiri belum memberi titik kejelasan untuk para pendemo. Maka dari itu, massa aksi akan berjanji menggelar Konsolidasi akbar dan menurunkan seluruh komponen Masyarakat yang ada di Kabupaten Bulukumba, Mahasiswa, LSM dan 10 Pengacara yang telah mendampingi keluarga Almarhuma (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional22 Juni 2026 18:41
HMI Sulsel Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Kota Makassar dengan ...
Metro22 Juni 2026 16:34
Walikota Makassar Jamu Kepala BKKBN Sulsel
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Fatmawati, b...
Daerah22 Juni 2026 15:38
Wabup Luwu Hadiri Paripurna Terkait Pandangan Umum Fraksi Terhadap LKPJ APBD
LUWU, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, mewakili Bupati Luwu menyampaikan jawaban pemerintah daerah atas pandangan umum ...
Metro22 Juni 2026 14:02
Pemkot Makassar Amankan Aset Daerah
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar melalui Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama Pemerintah Kecama...