Apakah PAD Sulsel Akan Meningkat Pada 2021?

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 27 Agustus 2020 21:03

Apakah PAD Sulsel Akan Meningkat Pada 2021?

Makassar, Trotoar.id— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memproyeksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2021 meningkat sebesar 13,11 persen atau senilai Rp4,61 triliun lebih.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman, mengatakan, proyeksi jumlah ini bersumber dari retribusi daerah, dan hasil pengeluaran kekayaan daerah yang dipisahkan dan diperkirakan akan kembali meningkat setelah pandemi Covid-19.

“Iya diproyeksi meningkat,” Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman, di Kantor DPRD Sulsel, Senin (24/8/2020).

Andi Sumardi juga menyampaikan, di masa pandemi Covid-19 ini, Pemprov Sulsel juga melakukan serangkaian strategi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.

Diantaranya menegakkan sanksi pajak dengan melakukan penagihan pajak oleh pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan pengoptimalan aset daerah yang berpotensi menjadi pendapatan asli daerah.

intensifikasi pemetaan dan penagihan tunjakan pajak secara door to door (pintu ke pintu), penertiban kendaraan yang akan terus dilakukan sampai akhir 2020, hingga peningkatan SDM aparat pengelola pendapatan daerah.

“Dengan upaya ini, kami berharap bisa capai target atau lebih,” katanya.

Sementara, Asisten Direktur Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Yayat Cadarajat, menyebutkan, upaya pemulihan ekonomi baik nasional maupun daerah, harus dilakukan dengan menggandeng seluruh stakeholder terkait.

“Strategi pemulihan ekonomi membutuhkan seluruh stakeholder,” kata Yayat melalui video conference.

Beberapa Lembaga terkait yang dimaksud, kata Yayat, seperti perbankan dengan melakukan penyaluran dana ke sektor riil serta menjalankan program restrukturisasi kredit dunia usaha yakni UMKM, Korporasi dan Komersial.

Sementara dari sisi pemerintah, kata Yayat, dapat melakukan kebijakan fiskal melalui stimulus pajak, belanja negara seperti bantuan social/ subsidi, insentif pajak, subsidi bunga, kompensasi BUMN, pembiayaan melalui penempatan dana perbankan dan investasi.

“Sementara di sektor rill dapat melakukan peningkatan permintaan dalam bentuk konsumsi, investasi, ekspor, dan impor, pengeluaran di sektor produksi dan investasi sektor-sektor ekonomi serta penciptaan lapangan kerja,” jelas Yayat. (Alam)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik04 Agustus 2026 18:02
Muhammad Yusuf Ritangnga: Saya Sudah Pamit dari NasDem Sebelum Bergabung dengan Gerindra
MAKASSAR, Trotoar.id – Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga menegaskan keputusannya bergabung dengan Partai Gerindra telah melalui komunikasi ya...
Politik04 Agustus 2026 17:48
Dikukuhkan Jadi Ketua Gerindra Selayar, Natsir Ali:Warna Saya Sudah Jelas
MAKASSAR, Trotoar.id – Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali menegaskan dirinya bukan kader Partai Golkar sebagaimana informasi yang sempat beredar. I...
Politik04 Agustus 2026 17:37
Rakorda Gerindra Sulsel Kukuhkan Tujuh Ketua DPC, Lima Kepala Daerah Jadi Amunisi Baru Partai
MAKASSAR, Trotoar.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan mengukuhkan tujuh kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabup...
Politik04 Agustus 2026 14:07
Rakorda Gerindra Sulsel Lakukan Penyegaran Pengurus, Fokus Konsolidasi Hadapi Tahapan Pemilu 2027
MAKASSAR, Trotoar.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sebagai bagian dari ...