Makassar,Trotoar.id ‐ Arus lalu lintas (Lalin) di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar kembali macet atas adanya aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan yang menutup seperdua badan jalan, Senin, (31/8).
Mereka dari Aliansi Selamatkan Pesisir bersuara di depan Kantor Gubernur Sulsel terkait penangkapan lalu ditangkap, serta mendesak agar izin tambang pasir laut di wilayah tangkap nelayan Kodingareng dicabut, dan menutut agar dihentikan reklamasi Makassar New Port (MNP), hal itu disampaikan oleh Parle dalam orasinya.
“Ini tanggung jawab Pemprov, Gubernur tak punya kemanusiaan dalam menjaga keamanan rakyat, dalam memenuhi kebutuhan hidup nelayan, bukan malah dikriminalisasi hanya karena protes kepada tambang, atau hanya karena merobek uang sogokan dari pihak penambang, ini prihal hidup dan leluhur yang dipertahankan oleh nelayan,” kecam Parle.
Sementara terpantau kemacetan terjadi mulai di Fly Over hingga depan gubernuran. Salah seorang pengendara mengatakan, “Waduh, ternyata ada demo lagi bikin macet jalan,” ujar Ojek Online (Ojol) tersebut.
Hingga sekitar pukul 12.00 Wita siang, massa aksi ASP membubarkan diri, setelah membacakan pernyataan sikapnya. (Alam)
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas),…
MAKASSAR, Trotoar.id — Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas) resmi digelar…
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Yeni Rahman, menghadiri Upacara…
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota…
This website uses cookies.