Dewan Tolak APBD Perubahan Pemkot Makassar, Ini Alasannya

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Sabtu, 26 September 2020 00:02

Dewan Tolak APBD Perubahan Pemkot Makassar, Ini Alasannya

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Dianggap telah menyalahi plafon anggaran, juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, Mario David sayangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Alasannya karena hal tersebut tidak sesuai Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2020 dan Peraturan Kemendagri Tentang Belanja Tahun 2020.

“Seharusnya fokus penanganan dan penaggulangan bencana non-alam Covid-19 hingga pemulihan ekonomi nasional termasuk di Makassar,” katanya.

Semantara angka kemiskinan dan pengangguran terus meningkat sejak pandemi melanda Indonesia. Namun belanja justru tak diarahkan ke hal yang urjen.

Baca Juga  Hadiri Perayaan Pujawali, Bupati Indah: Mari Jaga Harmonisasi Perkuat Toleransi Beragama

“Harusnya anggaran itu dibuat dan dimasukkan ke dalam proyek padat karya yang bisa menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Sedangkan prioritas yang diberikan oleh TPAD, semua melaksanakan proyek yang luar biasa besar. Pertama pendesterian Rp127 miliar, renovasi losari sekitar Rp20 miliar, dan pengadaan mobil konverter sampah juga Rp20-an miliar,” tutur Mario di Gedung DPRD Makassar, Jumat, (25/9/2020), dikutip Infosulsel.

Dia menambahkan, untuk apa proyek besar itu, padahal rakyat kelaparan. “Jangan ngurus sampah dulu, kita harus urus perut rakyat dulu, kerja rakyat dulu, bukan penampilan yang kita laksanakan,” tegasnya.

Baca Juga  TP PKK Makassar Gelar Pelatihan Bagi Perempuan Pesisir

Sehingga dua komisi di DPRD Makassar tegas tolak draft anggaran perubahan tersebut.

Sedikit berbeda dengan komisi B yang memberi deadline ke Pemkot hingga 30 September perampungan draf APBD perubahan. Jika tidak, dengan tegas draf tersebut akan ditolak.

“Komisi A dan D tegas menolak, kemudian komisi B bersyarat. Kami menyaratkan harus dianggarkan dua item UMKM dan penyerapan tenaga kerja, kalau tidak kita akan menolak APBD perubahan itu,” tegas politisi NasDem itu.

Baca Juga  KPK Melakukan Pencegahan Korupsi di Sulsel, Bupati ASA: Alhamdulilah

Banggar sejatinya menginginkan anggaran sebesar itu untuk optimalisasi UMKM dan padat karya yang diyakini mampu menyerap tenaga kerja.

“Itu baru benar karena instruksi Presiden RI. Makanya saya tidak mengerti jalan pikiran pemerintah kota. Saya bilang nggak benar ini Pemkot. Rakyat kelaparan ngapain ngurus proyek fisik,” pungkasnya. (Alam)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...