Polisi Kejar Pelaku Peneror Video Call Mesum Mahasiswi UINAM

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 29 September 2020 14:16

Polisi Kejar Pelaku Peneror Video Call Mesum Mahasiswi UINAM

Makassar, Trotoar.id – Salah satu mahasiswi berinisial El mendapat video call (VC) dari orang tak dikenal (OTK) pada Jumat, 18 September 2020 sekira pukul, 10.19 Wita, sebanyak dua kali.

Ke tiga kalinya, El merasa bahwa video call itu sepertinya penting, sehingga ia mengangkatnya. Pas diangkat kamera HP tersebut  diarahkan ke alat kelamin si peneror. Sehingga korban langsung mematikan.

“Iya saya juga di-video call, tapi langsung saya matikan,” ujarnya, Selasa, (22/9).

El kemudian cari tahu seputar nomor yang menerornya. Bahkan, beberapa orang rekan sekelasnya juga mengaku mendapat video call dari nomor yang sama.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo menyebut ada belasan korban dalam kasus video call sex yang dialami mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Kepolisian sementara mendalami kejadian yang menimpa mahasiswi UIN Alauddin berinisial EI, FH, UI dan FR.

“Yang FH kan itu pelapor utama, masih kita kumpulkan keterangan, bukti-bukti dan sarana yang digunakan. Informasi yang kami terima ada 12 mahasiswi yang jadi korban. Makanya kita periksa saksi-saksi dulu,” kata Kabid Humas Polda.

Terpisah, Direktur Lemabaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Sulsel, Rosmiati Sain mendesak polisi merampungkan proses awal aduan para korban.

“Baru aduan belum ada nomor perkaranya tapi dari LBH APIK mendorong supaya ini di LP-kan, kalau sudah bentuk LP artinya sudah resmi diproses di kepolisian karena sudah cukup bukti dan saksi yang mendukung,” tuturnya kepada awak media

Rosmiati juga menduga sang peneror video call cabul itu masih berhubungan dekat dengan para korban, apalagi semua korban berasal dari satu jurusan yang sama di salah satu fakultas di UIN Alauddin Makassar.

Ditambah lagi Rosmiati mengharapkan ke sembilan korban video call mesum lainnya dapat melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib. Dikabarkan teror berulang dialami para korban sedikitnya pada tanggal 23 Juli dan 18 September 2020.

“Makanya perlu polisi mengetahui siapa orang terdekat dari korban, siapa-siapa yang sudah berinteraksi dengan korban. Artinya sudah bisa dari kepolisian melacak pelaku, karena pelaku tersebut diduga sudah mengetahui betul nomor handphone korban,” tuturnya. (Rin)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik12 Juli 2026 21:32
Musda Golkar Sulsel Antara Formalitas Demokrasi dan Konsolidasi Kekuasaan Menuju 2029
Trotoar.id, Makassar — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli mendatang diprediksi t...
Metro12 Juli 2026 20:38
HKG PKK dan Dekranas ke-46 Gerakkan Ekonomi Sulsel, Andi Sudirman Sebut Dampak Dirasakan Berbagai Sektor
Trotoar.id, Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar malam ramah tamah dalam rangka Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Ker...
Nasional12 Juli 2026 20:26
Presiden Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi ke-79, Tegaskan Koperasi Pilar Ekonomi Rakyat
Trotoar.id, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta...
Parlemen12 Juli 2026 18:04
Ketua DPRD Sulsel Hadiri Penutupan HUT Dekranas ke-46 di Makassar, Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
Trotoar.id, Makassar — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Rachmatika Dewi, menghadiri penutupan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kera...