Kapolda Sulsel Didesak Bebaskan Tahanan Aktivis, Pendemo Titip Pesan: Tegaklah Seperti di Awal

Suriadi
Suriadi

Jumat, 06 November 2020 18:05

Demonstrasi di depan Mapolda Sulsel.
Demonstrasi di depan Mapolda Sulsel.

Makassar, Trotoar.id – Puluhan massa mengatasnamakan diri Gerakan Rakyat (GERAK) Makassar menggelar aksi demonstrasi di Kantor Polda Sulawesi Selatan pada Jum’at, (6/10) sore.

Aksi tersebut diketahui dalam rangka merespon maraknya penangkapan yang dianggapnya semena-mena oleh aparat kepolisian terhadap aktivis penolak Omnibus law di Kota Makassar.

Saat ini, setidaknya masih ada belasan orang aktivis yang masih ditahan oleh kepolisian di Mapolda Sulsel.

“Kami mendesak Kapolda Sulsel agar membebaskan seluruh tahanan politik (Tapol) aktivis yang ditahan, karena mereka bukan kriminal, bukan pelaku kejahatan,” kata Humas Aliansi GERAK Makassar, Muhammad Anwar.

Menurutnya, tindakan represif aparat, penangkapan dan penahanan serta menetapkan status tersangka kepada demonstran adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia. Pasalnya, kata Anwar, demonstrasi dilindungi konsitusi yang wajib dipatuhi dan dihormati oleh semua kalangan.

“Demonstrasi itu ada karena ada masalah di proses penyusunan hingga pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja, rakyat tidak dilibatkan, partisipasi aktif dari rakyat dibatasi, sementara kita ketahui bahwa DPR hari ini tidak lagi merepresentasikan keluhan rakyat, tapi menjadi dewan bagi oligarki penguasa atas ekonomi kapitalisme,” pungkasnya.

Berangkat dari ketidak sepakatan rakyat atas UU Cipta Kerja yang berujung penangkapan, itu jelas kata Anwar.

Tambahnya, meskipun kerap kali ada kericuhan di lokasi aksi, namun itu bukan murni dilakukan oleh demonstran, kata Anwar, tapi ada provokasi dari kelompok lain yang tidak menginginkan demonstrasi terus terjadi.

“Apalagi ini sensitif karena kecenderuangan dari Omnibus Law untuk kepentingan kekuasaan, sehingga jika ada yang mencoba mengganggu siasat rezim maka bisa saja dilakukan berbagai macam cara untuk meredam dan menghentikan aksi demonstrasi,” imbuhnya.

Anwar menilai, kepolisian sebagai institusi negara yang sejatinya adalah pengayom justru mengingkari prinsipnya sendiri, bahkan menerabas aksi demonstrasi yang seyogyanya adalah hak fundamental milik masyarakat sipil.

Meski situasi di Makassar cukup mengerikan, namun Aliansi GERAK tetap menyerukan agar demonstrasi tetap dilanjutkan dan seruan-seruan pemogokan umum tetap dikerjakan.

Di akhir-akhir massa aksi di depan Polda itu menitip pesan terbuka kepada sejumlah demontran yang masih ditahan, pesan singkatnya seperi ini: “Tegaklah seperti di Awal, A Luta Continua! (Pertaruangan terus berlanjut)”.

Diketahui pula bahwa aksi yang berlangsung hari ini tak hanya di Makassar, namun juga ada di daerah lainnya di Indonesia dengan isu yang sama, yakni: “Cabut Omnibus Law: bebaskan seluruh tahanan politik dan hentikan represifitas aparat.”

(Al/Hms)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 Agustus 2026 15:53
Golkar Sulsel Bersiap dengan Wajah Baru, IAS Targetkan Struktur Rampung Pekan Depan
Makassar, Tritoar.id – Langkah konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki fase akhir.  Setelah melalui serangkaian pembahasan intensif, ti...
Daerah06 Agustus 2026 15:44
Appi Tegaskan PSEL Makassar Tetap Jalan, Penetapan Lokasi Masih Dimatangkan
MAKASSAR, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tetap akan dilanjutk...
Metro06 Agustus 2026 14:41
Appi Tegaskan PSEL Makassar Tetap Jalan, Penetapan Lokasi Masih Dimatangkan
MAKASSAR, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tetap akan dilanjutk...
Daerah06 Agustus 2026 13:38
Barru Bersiap Jadi Tuan Rumah Bhayangkara Off Road Peduli V, Andi Ina Bidik Efek Berganda untuk Wisata dan UMKM
BARRU, Trotoar.id – Kabupaten Barru bersiap menjadi salah satu titik utama pelaksanaan Bhayangkara Off Road Peduli Seri V yang dijadwalkan berlangsu...