Ari Ashari Dorong Kesejahteraan Guru Melalui Perda Nomor 1 tahun 2019

Suriadi
Suriadi

Kamis, 12 November 2020 15:38

Anggota DPRD Kota Makassar Ari Ashari Menggelar Sosialisasi Perda Nomo1 Tahun 2019
Anggota DPRD Kota Makassar Ari Ashari Menggelar Sosialisasi Perda Nomo1 Tahun 2019

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Masih banyak tenaga pendidik yang mengajar di Sekolah bergaji minim, termasuk di Kota Makassar. Padahal, Peran guru sangat vital untuk sistem pendidikan. Seyogyanya, tenaga pendidik perlu disejahterakan.

Hal itu disampaikan Ari Ashari Ilham usai melaksanakan kegiatan sosialisasi penyebarluasan informasi dan produk hukum terkait Perda nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Pendidikan, di Aerotoel Smile, Kamis (12/11/2020).

“Banyak sekali memang keluhan dari tenaga pengajar khususnya tingkat kesejahteraan. Apa yang mereka dapatkan masih minim bahkan tidak bisa menutupi biaya operasionalnya pulang-pergi ke sekolah,” ungkap Ari Ashari Ilham.

Sehingga, kata Sekertaris NasDem Kota Makassar, perlu regulasi baru untuk memperkuat dan mendukung perihal perbaikan kesejahteraan tenaga guru. Tidak hanya itu, aturan tersebut berguna melindungi guru.

“Saya kira memang perlu aturan baru soal kesejahteraan para guru di Kota Makassar. Insya allah kita akan gagas,” tegasnya.

Sambung Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Makassar ini, Perda ini telah diketuk setahun namun masyarakat Kota Makassar masih banyak yang belum mengetahui. Terutama, status pindah wewenang tingkat SMA/SMK ke Provinsi.

“Pemerintah dan Dewan sama-sama mensosialisasikan perda ini. Dinas Pendidikan terkhusus karena ini di area mereka,” tandasnya.

Sementara, Narasumber Kegiatan, Army Putra Makmur Hatta menilai penyelenggaraan pendidikan harus merata baik dari sarana maupun prasarana. Sehingga, lahirlah sistem zonasi yang bertujuan mewujudkan hal tersebut.

“Kenapa (zonasi) dilakukan pemerintah. Tujuannya, tidak ada lagi sekolah unggulan, tidak ada lagi terkumpul orang cerdas,” ujar Army.

Selain itu, Army mengimbau agar orang tua jangan malu menyekolahkan anak di sekolah swasta. Sebab, tidak ada jaminan anak bisa berkualitas jika mendapat pendidikan di sekolah negeri dan sebaliknya.

“Ijazah sebagai pengantar. Tapi bagaimana interaksi sosial anak-anak,” katanya.

Selain Army Putra Makmur Hatta, pada kegiatan sosialisasi perda nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan pendidikan ini menghadirkan narsumber Zainuddin Djala yang merupakan akademisi. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro30 Agustus 2026 22:56
Maulid KKDB, Appi Tekankan Pendidikan Adab Harus Dimulai dari Keluarga
MAKASSAR, Trotoar.id— Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya memperkuat pendidikan adab dan karakter anak sejak dari lingkungan ...
Metro30 Agustus 2026 22:52
Resmikan Masjid Maradekaya, Appi Minta Masjid Tak Sekadar Megah tapi Harus Ramai dan Jadi Pusat Pembinaan Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Masjid Maradekaya tidak berhenti sebagai bangunan ibadah yang megah, tetapi bena...
Politik30 Agustus 2026 14:03
Nama Diusulkan Jadi Bendahara Golkar Sulsel, Amirullah Serahkan Keputusan ke DPP
MAKASSAR, Trotoar.id — Amirullah Nur Saenong menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait kemungkinan dirinya dipe...
Politik30 Agustus 2026 13:36
NasDem Sulsel Bidik 24 Kursi di Pemilu Mendatang, Kader Nyaleg Lewat Partai Lain Diancam Dipecat
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan memasang target lebih tinggi untuk pemilu mendatang. Setelah meraih 17 kursi DPRD hasil Pemilu...