Batas Waktu Pengembalian Berakhir, Kasus Dugaan Korupsi Dispora Makassar Berlanjut?

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Kamis, 03 Desember 2020 04:18

Ilustrasi korupsi. FOTO: Istimewa
Ilustrasi korupsi. FOTO: Istimewa

TROTOAR.ID, Makassar – Batas waktu pengembalian kerugian negara oleh para pelaku dugaan mark up anggaran kegiatan workshop, seminar dan pelatihan pada bidang pengembangan pemuda Dispora Makassar tahun anggaran 2018 telah berakhir.

Sebelumnya penyidik tipikor Polrestabes Makassar melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fedri mengatakan penyelidikan dugaan mark up anggaran kegiatan di Dispora Makassar tak berjalan. 

Hal itu dikarenakan pihaknya sedang menunggu batas berakhirnya masa toleransi yang diberikan oleh Inspektorat Kota Makassar kepada pelaku untuk mengembalikan kerugian hingga batas waktu akhir November 2020. 

“Kalau tidak bisa bayar larinya pidana,” singkat Widoni sebelumnya. 

Lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi juga mengatakan penyelidikan kasus tersebut sudah waktunya dilanjutkan. Karena masa toleransi pengembalian kerugian yang diberikan oleh Inspektorat sudah lewat. 

“Kemarin kak alasannya ini. Sekarang tidak ada lagi alasan. Kasus ini harus segera dilanjut dan dituntaskan hingga berakhir ke persidangan tipikor,” tegas Kadir Wokanubun selaku Direktur ACC Sulawesi via telepon, Selasa 1 Desember 2020. 

Ia berharap penyidik tipikor Polrestabes Makassar tidak mencoba mencari-cari alasan kembali agar kasus ini tidak dilanjutkan. 

“Kita juga berharap Polda Sulsel mengintervensi kasus Dispora Makassar ini hingga bisa tuntas dan berakhir di persidangan tipikor. Jangan membuat masyarakat hilang kepercayaan kepada penegakan hukum Polri apalagi dalam hal penanganan kasus korupsi,” terang Kadir. 

Secara kelembagaan ACC Sulawesi yang sejak awal pendirian konseren kepada pemberantasan tindak pidana korupsi, akan terus mengawal hingga seluruh kasus korupsi yang ditangani penegak hukum di Sulsel termasuk kasus dugaan mark up anggaran kegiatan di Dispora Makassar bisa berakhir di persidangan tipikor. 

“Kami akan kawal kasus ini hingga tuntas. Kami harap Kapolda Sulsel juga berikan atensi besar agar jajarannya bisa komitmen dengan pemberantasan korupsi,” ujar Kadir. 

Diketahui, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar menyelidiki dugaan korupsi pada kegiatan workshop, seminar dan pelatihan pada bidang pengembangan pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar. 

Kegiatan lingkup Dispora Makassar yang diduga fiktif tersebut diketahui menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2018. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar yang saat itu dijabat oleh AKBP Asep Marsel Suherman membenarkan adanya penyelidikan terkait dugaan korupsi pada kegiatan di lingkup Dispora Makassar tersebut. 

“Benar Sat Reskrim Restabes Makassar sedang menyelidiki itu,” kata Asep via pesan singkat, Rabu 26 Februari 2020. 

Meski demikian, ia belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait penyelidikan terhadap kegiatan yang diduga telah merugikan negara miliaran rupiah tersebut. 

“Masih lidik dan saat ini penanganannya masih dilaksanakan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP),” tutur Asep saat itu. 

Pada tahun anggaran 2018, Dispora Makassar melaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya kegiatan pelatihan dasar bela negara bagi pemuda lorong senilai Rp 300 juta, diskusi perubahan pola pikir pemuda anak lorong dalam menyambut Makassar menuju kota dunia senilai Rp 200 juta dan pelatihan pengembangan karakter bagi pemuda senilai Rp 250 juta. 

Kemudian, ada juga kegiatan pelatihan pengembangan potensi minat dan bakat pemuda yang menelan anggaran sebesar Rp250 juta, peningkatan peran serta pemuda dalam pengembangan olahraga senilai Rp500 juta, pelatihan dan diskusi ilmiah tentang berbagai isu kepemudaan Rp500 juta. 

Selanjutnya ada kegiatan perkampungan pemuda senilai Rp500 juta, kegiatan sosialisasi pemuda pelopor Makassar Tidak Rantasa (MTR) senilai Rp 500 juta, seminar wawasan kebangsaan bagi mahasiswa dan pemuda senilai Rp 300 juta, workshop peran serta pelajar dalam berorganisasi senilai Rp 225 juta serta pembinaan pelatihan kepeloporan mahasiswa senilai Rp 300 juta. 

(Al/Rin)

 Komentar

Berita Terbaru
Pemda Lutra Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar
Daerah23 Januari 2021 23:25
Pemda Lutra Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar
TROTOAR.ID, LUWU UTARA --- Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga korban gempa bumi di Mamuju dan Majene, Provin...
Hari Perlawanan Rakyat Luwu, Anggota DPR Muhammad Fauzi Minta Jaga Sinergitas
Daerah23 Januari 2021 21:10
Hari Perlawanan Rakyat Luwu, Anggota DPR Muhammad Fauzi Minta Jaga Sinergitas
TROTOAR.ID MAKASSAR - Hari ini, 23 Januari 2021 diperingati sebagai hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-75 dan juga Hari Jadi Luwu ke-753. Semangat juang d...
Ucapan Selamat Serta Pesan Singkat dari Anggota DPRD Makassar kepada Danny-Fatma: Banjir dan Covid-19
Parlemen23 Januari 2021 20:41
Ucapan Selamat Serta Pesan Singkat dari Anggota DPRD Makassar kepada Danny-Fatma: Banjir dan Covid-19
TROTOAR.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menetapkan pasangan Danny-Fatma sebagai pemenang dalam Pemilihan Wali Kota ...
Mentan SYL Bertolak ke Sulbar Naik Helikopter, Menyalurkan Bantuan Sekitar 20 Truk Logistik
News23 Januari 2021 19:52
Mentan SYL Bertolak ke Sulbar Naik Helikopter, Menyalurkan Bantuan Sekitar 20 Truk Logistik
TROTOAR.ID - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), turun menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Majene ...