Siap-siap, Vaksin Covid-19 Jenis Sinovac Dipastikan Tiba Besok Pagi di Sulsel

Suriadi
Suriadi

Senin, 04 Januari 2021 22:46

TROTOAR.ID, Jakarta - Dari 20 negara, Indonesia ternyata tercatat sebagai satu-satunya negara yang memesan Vaksin Sinovac asal China. Vaksin
TROTOAR.ID, Jakarta - Dari 20 negara, Indonesia ternyata tercatat sebagai satu-satunya negara yang memesan Vaksin Sinovac asal China. Vaksin

TROTOAR.ID, Makassar – Vaksin Covid-19 Sinovac dipastikan tiba di Sulawesi Selatan besok pagi. Untuk tahap pertama, Sulsel mendapat jatah 66.640 dosis.

Kepala Dinas Kesehatan Ichsan Mustari mengatakan kuota tersebut dibagi ke 24 Kabupaten/Kota. Kota Makassar mendapat alokasi yang paling banyak yakni 14.335. Kemudian, Pangkep 3.151, Bone 2.775, Sidrap 2.269, Wajo 2.385, Palopo 2.188.

Lalu, Gowa 2.155, Parepare 2.079, Bulukumba 2.079, Jeneponto 2.015, Selayar 1.665, Bantaeng 1.440, Takalar 1.307, Sinjai 1.841, Maros 1.545, Barru 1.744, Soppeng 1.914, Pinrang 1.932.

Selanjutnya, Enrekang 1.719, Luwu 1.961, Tana Toraja 1.524, Luwu Utara 1.566, Luwu Timur 1.991, Toraja Utara 1.527 dan khusus stok untuk provinsi ada 7.153.

“Makassar paling besar, dan Takalar paling kecil. Untuk tahap pertama kita sesuaikan dengan jumlah nakes di daerah,” jelasnya, Senin (4/1/2021).

Ichsan mengaku jadwal vaksinasi akan dilakukan pada 14 Januari mendatang. Jumlah vaksin tersebut setara dengan data klinis nakes yang telah disiapkan Pemprov Sulsel sebelumnya.

“Jumlahnya (vaksin) sama dengan sasarannya jadi untuk orang per orang. Kita menunggu, mulai akan masuk hari ini menurut informasi. Kita koordinasi terus, Insya Allah hari ini datang 30.000 unit, dari 66.640,” bebernya.

Ichsan menuturkan, saat vaksin telah tiba di Sulsel, akan disimpan di cold storage yang berada di kantor Dinas Kesehatan Sulsel. Sedangkan untuk di kabupaten/kota, penyimpanan vaksin hanya membutuhkan refrigerator atau kulkas berukuran besar.

“Tidak perlu cold room kalau di kabupaten, kecuali di Makassar kemungkinan pakai cold room karena akan dapat bantuan dari pusat,” tuturnya.

Nantinya vaksinasi bisa dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Pihaknya menarget 12 Januari nanti, vaksin telah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota.

Kendati demikian, alokasi vaksin yang ada saat ini masih tentatif. Sebab, calon penerima vaksin harus melalukan pendaftaran online secara mandiri terlebih dahulu.

Ia pun meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan berita terkait keamanan vaksin. Pihaknya menjamin, vaksin ini aman karena telah melalui berbagai tahapan dan uji klinis.

“Jumlahnya belum pasti artinya bisa kurang bisa bertambah karena sistem pendaftaran yang akan diberikan vaksinasi secara online mandiri,” jelasnya.

Gubernur Sulawesi Selatan sendiri mengaku selain vaksin gratis dari pemerintah, nantinya juga ada vaksin mandiri. Mereka yang mampu, bisa untuk melakukan vaksin mandiri.

“Bagi yang kira-kira mau cepat, dan ada duit, silahkan lewat jalur mandiri. Tapi, bagi masyarakat yang tidak mampu, lewat dari pemerintah,” kata Nurdin menambahkan.

(Source: Suara)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 Oktober 2026 22:37
Gubernur Sulsel Siapkan Rp10 Miliar untuk Masjid Asrama Haji, UMKM Dibidik Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
GOWA, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan bantuan Rp10 miliar untuk pembangunan masjid di Asrama Haji serta ...
Politik17 Oktober 2026 22:11
Grup Band Wali dan Juan Reza Tabola Bale Bakal Hibur Pesta Rakyat HUT Golkar Sulsel
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan hiburan spesial bagi masyarakat dalam pesta rakyat untuk memeriahkan puncak perayaa...
Metro17 Oktober 2026 22:03
Aliyah Mustika Ilham Promosikan Kuliner dan Wisata Bahari Makassar di APEKSI 2026
SINGKAWANG, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mempromosikan kekayaan kuliner, budaya, dan wisata bahari Kota Makassar di ...
Metro17 Oktober 2026 19:51
Pj Ketua DWP Sulsel Borong Dagangan UMKM Perempuan, Lalu Bagikan kepada Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tak cukup hanya dengan memberikan ruang promosi. Penjabat Ke...