Pembatasan Aktivitas di Makassar Dilonggarkan hingga Jam 10 Malam

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 12 Januari 2021 18:01

TROTOAR.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda kota Makassar serta mengundang
TROTOAR.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda kota Makassar serta mengundang

TROTOAR.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda kota Makassar serta mengundang para pelaku usaha ekonomi membahas kelanjutan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Makassar.

Dalam arahannya di hadapan pelaku usaha ekonomi serta camat yang mengepalai satuan tugas Covid-19 di kecamatan, Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin menekankan bahwa pembatasan kegiatan masyarakat ini dilaksanakan demi untuk kepentingan bersama.

“Covid-19 ini adalah musuh kita bersama, tidak ada lagi kepentingan sektoral, tidak ada lagi kepentingan antar individu, tidak ada lagi bahwa ini untung ini rugi. Tapi ini kita harus lakukan yang terbaik untuk bagaimana mengendalikan covid-19 agar grafiknya tidak terus menanjak,” kata Rudy di ruang pertemuan Sipakalebbi, Selasa (12/1/2021)

Walaupun diberlakukan pembatasan, pemerintah tetap menginginkan agar pemulihan-pemulihan ekonomi bisa tetap terus berjalan secara terukur.

“Artinya, terukur itu jangan pemulihan ekonomi lantas juga menambah beban kita di dalam mobilitasnya. Oleh karenanya, pertemuan kali ini itu kita lakukan, sekaligus menyampaikan bahwa surat edaran kita perlonggar sedikit agar ekonomi bisa terus bergerak,” jelasnya.

Menurut Rudy, alasan pembatasan pelaku usaha dilonggarkan hingga jam 10 malam yang sebelumnya hanya sampai jam 7 malam, dikarenakan tim epidemiologi telah memberikan hasil monitoring bahwa dengan adanya pembatasan masyarakat berhasil memperlambat penularan. 

“Walaupun belum menurun, saat ini kita lihat kurvanya sekarang mulai landai, tidak terus naik kayak tangga. Kita ambil pertimbangan ekonomi, ekonomi juga tidak terlalu tertekan di satu sisi kita menjaga kelandaian ini dan kalau bisa berangsur-angsur turun seiring dengan tingkat kesembuhan yang semakin tinggi dari pada yang terpapar,” ungkap Rudy.

Rakor ini dihadiri pula Dandim 1408/BS Makassar Kol (Inf) Andriyanto, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Andi Sundari, yang mewakili Dan Denpom, Lantamal, Kapolres Pelabuhan, Kepala SKPD serta seluruh camat se kota Makassar. (R)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik19 Oktober 2026 18:32
IAS Bentuk 11 Korwil Golkar Sulsel, Musda Kabupaten/Kota Ditarget Rampung Akhir 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mulai mempercepat konsolidasi organisasi dengan mem...
Metro19 Oktober 2026 15:53
Digitalisasi PBG Dongkrak Retribusi Makassar Rp21,38 Miliar, Baru 37 Persen Bangunan Teridentifikasi Berizin
MAKASSAR, Trotoar.id — Digitalisasi perizinan bangunan mulai menunjukkan hasil bagi Pemerintah Kota Makassar. Hingga Oktober 2026, realisasi retribu...
Parlemen19 Oktober 2026 15:46
Marthen Rantetondok Apresiasi Multiyears Pemprov Sulsel, Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Toraja dan Luwu
MAKASSAR, Trotoar.id — Pembangunan infrastruktur jalan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ...
Parlemen19 Oktober 2026 13:40
HUT ke-357 Sulsel, Andi Rachmatika Dewi Tekankan Ekonomi Tumbuh, Pangan Mandiri, dan Infrastruktur Merata
MAKASSAR, Trotoar.id — Memasuki usia ke-357 tahun, Provinsi Sulawesi Selatan dihadapkan pada tantangan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuat...