Dalami Masalah Pendidikan Kota Makassar, Tim Transisi Danny-Fatma Minta Masukan PGRI dan IGI

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 05 Februari 2021 18:17

Danny ketika melakukan rapat dengan Tim Transisinya, Senin (1/2). | Dokpi Danny.
Danny ketika melakukan rapat dengan Tim Transisinya, Senin (1/2). | Dokpi Danny.

TROTOAAR.ID, MAKASSAR – Tim Transisi pasangan wali kota dan wakil wali kota Makassar terpilih Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi melakukan dengar pendapat dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI), di Hotel Maxone, Kamis (4/2/2021).

PGRI dan IGI diundang untuk mendengar langsung ulasan faktual terkait dunia pendidikan, khususnya Kota Makassar. Hadir Ketua PGRI Sulsel Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum dan Mantan Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim.

“Tim Transisi mendengarkan dan berdiskusi terkait bagaimana mensinergikan program pendidikan Danny-Fatma dengan sejumlah masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan di kota Makassar,” kata Juru Bicara Tim Transisi Henni Handayani.

Menurut Henni, kehadiran PGRI dan IGI sebagai mitra eksternal diharap mampu memuluskan realisasi misi Revolusi Pendidikan Danny-Fatma dengan turunan 18 Program Revolusi Pendidikan ke seluruh stakeholder terkait.

“Tim Transisi berharap program yang sudah dicanangkan mampu direalisasikan secara lebih terukur dan betul-betul menjawab kebutuhan. Adapun SKPD terkait dalam hal ini di bawah koordinasi Disdik sebagai leader program,” tambahnya.

Ramli Rahim mengatakan cukup banyak tantangan di dunia pendidikan yang harus dijawab oleh Pemkot Makassar. Misalnya angka putus sekolah yang masih cukup tinggi, ketersediaan sumber daya guru yang kompeten, kesejahteraan juga persoalan sistem rekruitmen siswa yang masih carut marut, serta sarana dan prasarana pendidikan yang layak.

“Sekitar 1.125 guru menuju pensiun di kota Makassar dan problem saat ini Makassar kekurangan guru SD dan SMP. Ini adalah kendala-kendala terkini yang terjadi di lapangan saat ini,” kata Ramli Rahim.

Sementara menurut Ketua PGRI Sulsel Hasnawi Haris menjelaskan, sejumlah problem tersebut diperparah dengan covid-19 yang memukul aktivitas dunia pendidikan. “Kami berharap Kota Makassar ke depan bisa menjadi percontohan sistem penataan pendidikan di Indonesia khususnya ditengah pandemi covid19,” tutup Hasnawi.

Penulis : Ady

 Komentar

Berita Terbaru
Politik20 Oktober 2026 15:07
Golkar Sulsel Tetapkan Musda Golkar Maros 2 November
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin, menetapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai G...
Metro20 Oktober 2026 12:54
Aliyah Mustika Ilham Hadiri Bali Tech Week 2026, Makassar Perkuat Peluang Kolaborasi Digital
BALI, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri pembukaan Bali Tech Week (BTW) 2026 yang berlangsung di Bali Beach Con...
Metro20 Oktober 2026 12:17
Appi Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Kinerja Jadi Penentu
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar memperpanjang masa perjanjian kerja 6.472 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Wa...
Politik20 Oktober 2026 12:01
IAS Wanti-wanti Musda Golkar Sulsel: Jangan Paksa Konsensus, Jaga Soliditas Kader
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi dan solid...