Categories: Internasional

Demonstran Antikudeta Percaya Pakaian Tradisional Perempuan Myanmar Ampuh Halau Tentara

TROTOAR.id—Berbekal kepercayaan kuno, dimana sebuah kepercayaan tradisional coba dilakukan oleh warga Myanmar, gunanya untuk menghalau militer membubarkan massa aksi anti kudeta.

Kelihatannya, jika hanya kain panjang seperti sarung yang dirangkai memang sangat tidak memungkinkan untuk menghadang tentara.

Kain-kain yang bergelantungan seperti dijemur itu sama sekali menimbulkan bahaya, tetapi kepercayaan warga sipil itu dipegang teguh bagaiamam pakaian tradisional perempuan (Longyi) menghentikan langkah pasukan keamanan saat mereka bergerak untuk meredam pemberontakan melawan junta Myanmar.

Pakaian tradisional perempuam di Myanmar yang digantung untuk menghalau tentara, Minggu. (AFP FOTO).

“Alasan mengapa kami menggantung longyi di seberang jalan adalah karena kami memiliki kepercayaan tradisional bahwa jika pria lewat di bawah longyi, mereka mungkin kehilangan keberuntungan,” kata seorang pengunjuk rasa berusia 20 tahun yang menolak menyebutkan namanya.

Secara tradisional, jika seorang laki-laki berjalan  di bawah pakaian wanita maka dipercaya bahwa lelaki itu bernasib buruk, bahkan melemahkan pria.

Anak-anak  muda Myanmar saat ini sudah tidak percaya lagi dengan mitos tersebut, tetapi tidak bagi para militer, “(Longyi) itu kelemahan mereka (tentara).” 

Supaya para demonstran memiki kesempatan untuk lari menghindari incaran tentara apalagi dalam kondisi darurat.

Selama lebih dari satu bulan, pengunjuk rasa telah berdemonstrasi di seluruh Myanmar menentang kudeta militer 1 Februari dan penangkapan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan ratusan lainnya.

Sementara informasi yang ada menyebutkan bahwa sudah lebih dari 50 pengunjuk rasa telah dibunuh oleh pasukan keamanan.

Namun demikian, jemuran pakaian perempuan tersebut tidak sepenuhnya menghentikan polisi menggunakan gas air mata, peluru karet, dan granat kejut. 

Beberapa pengunjuk rasa juga terbunuh oleh peluru tajam. Tentara mengatakan telah menanggapi protes dengan menahan diri. AFP PHOTO

Awal Febri

Share
Published by
Awal Febri

BERITA TERKAIT

DPRD Papua Barat Daya Dalami Pengembangan Sorong dan Skema Proyek Multiyears di Sulsel

MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Ketua II DPRD Papua Barat Daya, Fredrik Frans Adolof Marlissa, memimpin…

4 jam ago

Sekda Tekankan Akhiri Ego Sektoral, Semua OPD Wajib Ambil Peran Jelas

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan standar operasional prosedur (SOP) terpadu penanganan Orang…

4 jam ago

Vonny Ameliani Suardi Segera Dilantik, Dinamika Internal KNPI Sulsel Jadi Sorotan

MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi, dijadwalkan segera dilantik sebagai…

4 jam ago

DPRD Papua Barat Daya Dalami Skema Proyek Multiyears di Sulsel

MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat Daya melakukan kunjungan kerja ke…

5 jam ago

PSI Selayar Tancap Gas Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Desa

SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar,…

18 jam ago

TP PKK Makassar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Bimtek dan Peninjauan Kebun Aku Hatinya PKK

MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan…

23 jam ago

This website uses cookies.