TROTAOR.id—Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu–bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.
Di negara yang menjunjung tinggi integritas, demokrasi, dan perbedaan, tentunya menentang suatu sikap yang disebut rasisme.
Seperti yang ramai diberitakan terkait dugaan Kapolresta Malang Kombes Leonardus Harapantua Simarmata Permata, melakukan tindakan rasisme.
Dugaan tindakan tersebut berupa rasisme dan intimidatif kepada mahasiswa Papua yang menyelenggarakan aksi demonstrasi di Hari Perempuan Internasional, di Malang, Jawa Timur, pada Senin 8 Maret 2021 lalu.
Kapolrestabes Malang diduga telah menyatakan bahwa darah mahasiswa Papua itu “Halal” sehingga bisa ditembak kalau mahasiswa papua coba-coba memasuki halaman Mapolresta Malang.
“Tembak, tembak saja, tembak mati. Kemudian ‘Kalau pintu di dobrak, tembak. Darah mereka itu halal’. Pernyataan itu memang benar-benar merendahkan derajat manusia,” kata Kuasa Hukum Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Michael Himan, di Mabes Polri—dikutip dari Suara, Kamis (11/3).
Michael Himan menegaskan, pernyataan yang keluar dari mulut Kombes Leonardus amat rasis atau merendahkan martabat manusia. Pihaknya pun berencana akan melaporkan perkataan Kapolrestabes Malang ke Propam Mabes Polri.
Laporan tersebut rencananya bakal dilayangkan pada Jumat 12 Maret 2021 besok.
Michael Himan lantas menyebut perkataan Kombes Leonardus tak pantas dikeluarkan oleh seorang pimpinan.
Menurut Michael seharusnya pimpinan bisa mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM), mengayomi.
AMP mengecan Kapolrestabes Malang dan meminta pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak Kombes Leonardus.
Jika tindakan rasisme disertai pernyataan intimidatif tersebut terus dibiarkan, Michael khawatir hal tersebut akan merembet seperti kejadian di Surabaya pada 2019 lalu.
“Kami meminta kepada Kapolri untuk bertindak cepat,” tegas Michael.***




Komentar