Anggota Jenderal Listyo Sigit Diduga Rasis kepada Mahasiswa Papua di Malang, Besok Dilapor ke Propam

Awal Febri
Awal Febri

Kamis, 11 Maret 2021 16:38

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, (FOTO: Ist).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, (FOTO: Ist).

TROTAOR.id—Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu–bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.

Di negara yang menjunjung tinggi integritas, demokrasi, dan perbedaan, tentunya menentang suatu sikap yang disebut rasisme.

Seperti yang ramai diberitakan terkait dugaan Kapolresta Malang Kombes Leonardus Harapantua Simarmata Permata, melakukan tindakan rasisme.

Dugaan tindakan tersebut berupa rasisme dan intimidatif kepada mahasiswa Papua yang menyelenggarakan aksi demonstrasi di Hari Perempuan Internasional, di Malang, Jawa Timur, pada Senin 8 Maret 2021 lalu.

Kapolrestabes Malang diduga telah menyatakan bahwa darah mahasiswa Papua itu “Halal” sehingga bisa ditembak kalau mahasiswa papua coba-coba memasuki halaman Mapolresta Malang.

“Tembak, tembak saja, tembak mati. Kemudian ‘Kalau pintu di dobrak, tembak. Darah mereka itu halal’. Pernyataan itu memang benar-benar merendahkan derajat manusia,” kata Kuasa Hukum Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Michael Himan, di Mabes Polri—dikutip dari Suara, Kamis (11/3).

Michael Himan menegaskan, pernyataan yang keluar dari mulut Kombes Leonardus amat rasis atau merendahkan martabat manusia. Pihaknya pun berencana akan melaporkan perkataan Kapolrestabes Malang ke Propam Mabes Polri.

Laporan tersebut rencananya bakal dilayangkan pada Jumat 12 Maret 2021 besok.

Michael Himan lantas menyebut perkataan Kombes Leonardus tak pantas dikeluarkan oleh seorang pimpinan.

Menurut Michael seharusnya pimpinan bisa mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM), mengayomi.

AMP mengecan Kapolrestabes Malang dan  meminta pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak Kombes Leonardus.

Jika tindakan rasisme disertai pernyataan intimidatif tersebut terus dibiarkan, Michael khawatir hal tersebut akan merembet seperti kejadian di Surabaya pada 2019 lalu.

“Kami meminta kepada Kapolri untuk bertindak cepat,” tegas Michael.***

Penulis : Mls/Iys

 Komentar

Berita Terbaru
Metro16 Juli 2026 19:32
Fatmawati Rusdi Dampingi Gubernur Buka MPLS Sekolah Rakyat Sulsel
Makassar, Trotoar.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membuka seca...
Metro16 Juli 2026 18:55
Gubernur Andi Sudirman Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel, 270 Siswa Siap Wujudkan Mimpi
Makassar, Trotoar.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rak...
Metro16 Juli 2026 18:43
RSUD Daya Perkuat Pelayanan
Trotoar.id, Makassar — Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Daya Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang human...
Politik16 Juli 2026 16:46
Dari Batu Putih ke GOlkar Sulsel, IAS Menuju Kemenangan Tanpa Lawan
Makassar, Trotoar.id — Bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dijadwalkan mengembalikan formulir ...