Debbie Purnama Solidaritas Sosial Penting Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 13 Maret 2021 15:21

Debbie Purnama Solidaritas Sosial Penting Dalam Kehidupan Bermasyarakat

TROTOAR.ID, MAKASSAR –– Anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Debbie Purnama Rusdin mengatakan bahwa di era teknologi seperti sekarang ini, kaum milenial banyak bersentuhan dengan dunia maya. Untuk itu kaum milenial sangat penting selalu menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Kenapa ini penting? Karena milenial lah yang akan tumbuh membangun daerah dan bangsa ini ke depan,” kata Debbie Purnama Rusdin saat sosialisasi nilai-nilai kebangsaan bersama warga Kecamatan Wajo, di Hotel Agraha, Jalan Andalas, Kota Makassar, Sabtu (13/03/2021).

Kegiatan yang mengangkat “Solidaritas Sosial” ini menghadirkan dua narasumber yaitu Doktor Abdi dari Univesitas Muhammadiyah Makassar dan Praktisi Hukum Sulaiman Syamduddin.

Debbie Rusdin menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu program dari DPRD Sulsel untuk membangkitkan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, presiden pertama Indonesia, Soekarno, menyatakan bahwa Indonesia adalah negara gotong royong. “Hal ini sangat relevan dengan era sekarang di tengah pendemi yang perlu dibangun solidaritas sosial yang tinggi,” jelas Debbie Purnama.

Baca Juga  Pemprov Usulkan Keikutsertaan Aset di Lahan Twin Tower, Syahar: Kok Kami Baru Dilibatkan

Sementara dosen Ilmu Sosial Politik, Universitas Muhammadiyah Makassar Doktor Abdi yang hadir sebagai pemateri sangat mengapresiasi Debbie Rusdin yang telah menjalankan fungsi kedewanan.

Abdi mengatakan bahwa ada khawatiran mengikisnya nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas sosial di tengah era media sosial. Untuk mengatisipasi hal itu, menurut Abdi, gerbang pertama ada pada lingkungan keluarga dalam memberikan pendidikan.

“Ada kekhawatiran mengikis nilai-nilai kebangsaan dan sosial di tengah maraknya media sosial. Apa yang dilakukan Ibu Dewan (Debbie Purnama) hari ini adalah bagian dari semangat untuk membangkitkan solidaritas sosial. Dan di era sekarang untuk meningkatkan nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas sosial, kuncinya pendidikan dalam lingkup keluarga,” jelas Abdi.

Sementara praktisi hukum Sulaiman Syamsuddin juga menekankan bahwa untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan, pendidikan dalam lingkungan memiliki peran yang sangat penting.

Baca Juga  Panitia Hak Angket Sepakati 11 Pasal Aturan Main, Termasuk Rekomendasi Pemberhentian Gubernur dan Wagub Jika...

“Ancaman bukan lagi pada senjata seperti saat perang, tapi sekarang ada di media sosial. Peran keluarga sangat penting dalam melakukan pembinaan, baik itu pendidikan moral dan SDM. Pendidikan tentang nilai-nilai harus dimulai dari lingkungan keluarga,” ucap Sulaiman.

Setelah melakukan tatap muka dengan warga Kecamatan Wajo, Debbie Rusdin melanjutkan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan bersama warga Mamajang. Kali ini berlangsung di Hotel Prima, Jalan Ratulangi.

Sosialsiasi di Mamajang juga menghadirkan dua narasumber, yaitu akademisi dari Universitas Bosowa Arief Wicaksono dan praktisi hukum Muhammad Bazra.

Arief Wicaksono mengatakan bahwa banyaknya persoalan di tengah masyarakat seperti banjir, Covid-19, pengangguran yang tinggi dan lain sebagainya dibutuhkan solidaritas sosial.

“Adanya handphone yang makin canggih, ini mengurangi atau mengikis solidariyas sosial kita. Mari kita aktifkan sifat sosial kita. Jangan nanti Covid, banjir dan kebakaran nanti dibantu orang,” ucap Arief.

Baca Juga  NA Terjarat Kasus di KPK, DM: Pemprov Harus Lakukan Evaluasi Sistem Lelang Proyek

Arief Wacaksono juga mengajak masyarakat untuk tak hanya menghafal Pancasila tapi diimplementasikan.

“Solidaritas sosial kita kaitkan dengan Pancasila, sila ke berapa? Itu ada di sila kelima. Salah satunya solidaritas sosial. Untuk itu Pancasila jangan sekadar dihafal tapi diresapi, kemudian diimplementasikan,” ajak Arief.

Sementara itu Bazra menyampaikan bahwa momentum Covid-19 ini adalah bagian dari ujian, apakah solidaritas sosial itu masih ada.

“Di tengah pendemi Covid-19 ini, kita diuji, apakah masih ada solidaritas sosial kita. Orang kelaparan, itu akan memunculkan empati kita, bagaimana solidaritas, keinginan kita untuk membantu. Saling membantu itulah sejatinya manusia Indonesia,” tegas Bazra.

Sosialisasi yang dilakukan di dua titik tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan.

Penulis : Ito

 Komentar

Berita Terbaru
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemuka. DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (...
Metro21 Oktober 2026 22:17
Tekan Tawuran, Appi Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
MAKASSAR, Trotoar.id — Maraknya tawuran antarkelompok di Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan di tingkat w...
Metro21 Oktober 2026 18:12
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Appi Tegaskan PSEL Makassar Tak Boleh Dipaksakan
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota...
Metro21 Oktober 2026 17:16
Tampil di Forum Asia-Pasifik, Appi Paparkan Inovasi PAUD Holistik-Integratif Makassar
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membawa inovasi pembangunan anak usia dini Kota Makassar ke panggung Asia-Pasifik. Di f...