Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bone, Diduga Terkait dengan Bom Bunuh Diri Katedral

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 17 April 2021 00:07

Ilustrasi.
Ilustrasi.

TROTOAR.id – Terduga teroris di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap oleh Densus 88 Antiteror.

Terduga teroris yang dianggap itu diduga terkait dengan pengeboman Gereja Katedral Makassar.

Penangkapan terakhir berlangsung di Kabupaten Bone pada Kamis (15/4/2021).

“Terakhir itu ada satu orang yang diamankan di Bone,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Kombes E Zulpan di kantornya, Jumat (16/4/2021).

Ia belum bisa menyampaikan identitas terduga teroris. “Yang jelas laki-laki, keterkaitan dan keterlibatannya nanti kita sampaikan,” ujarnya.

Diketahui, terduga teroris itu merupakan orang ke-32 yang ditangkap pasca bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Dari 32 orang itu, 30 di antaranya laki-laki dan dua lainnya perempuan.

“Semua yang ditangkap ini adalah jaringan kelompok yang sama dan tentu memiliki keterlibatan baik langsung maupun tidak langsung,” ujar Zulpan. (Al/Ltf/

 Komentar

Berita Terbaru
Metro16 Juli 2026 19:32
Fatmawati Rusdi Dampingi Gubernur Buka MPLS Sekolah Rakyat Sulsel
Makassar, Trotoar.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membuka seca...
Metro16 Juli 2026 18:55
Gubernur Andi Sudirman Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel, 270 Siswa Siap Wujudkan Mimpi
Makassar, Trotoar.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rak...
Metro16 Juli 2026 18:43
RSUD Daya Perkuat Pelayanan
Trotoar.id, Makassar — Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Daya Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang human...
Politik16 Juli 2026 16:46
Dari Batu Putih ke GOlkar Sulsel, IAS Menuju Kemenangan Tanpa Lawan
Makassar, Trotoar.id — Bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dijadwalkan mengembalikan formulir ...