Categories: Nasional

Sari Mengaku Pernah Minta 1 M ke Kontraktor, Diperintah oleh NA

TROTOAR, MAKASSAR – Dalam sidang lanjutan terdakwa kasus suap dan gratifikasi  proyek infrastruktur di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terungkap sejumlah fakta.

Salah satunya adalah peran Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel, Sari Pudjiastuti yang semakin terang.

Sari—sapaannya, mengaku bahwa ia adalah seorang anggota yang memiliki jiwa loyalis besar terhadap Gubernur Sulsel (nonaktif) Nurdin Abdullah (NA).

“Saya tahu tidak dibenarkan. Saya kan anak buah. Saya loyal sama pimpinan saya. Saya di posisi serba salah. Saya terima bagaimana, saya tidak terima bagaimana. Saya minta pengampunan, yang mulia,” terangnya.

Melihat perannya, Sari bisa dibilang orang kepercayaan NA. Dimana Sari menjadi perantara yang sangat nyata antara NA dengan para kontraktor besar di Sulsel. Sari juga dituding telah memenangkan perusahaan tertentu di proses tender proyek.

Kronologi

Sari juga secara jujur di hadapan hakim mengaku pernah meminta uang senilai Rp 1 miliar kepada kontraktor bernama Nuwardi Bin Pakki alias Haji Momo, atas perintah pimpinannya, yakni NA. Lalu, Haji Momo menyerahkah uang itu Bulan Desember 2020 lalu.

“Saya pernah diminta ke Rujab, kemudian dia (NA) menyampaikan butuh biaya operasional Rp 1 miliar. Dia bertanya ke saya ‘siapa kira-kira yang bisa membantu’,” kata Sari saat sidang di Ruang Harifin Tumpa Pengadilan Negeri Makassar, Kamis, 27 Mei 2021.

“Setelah itu saya menyampaikan tergantung beliau, siapa yang diperintahkan. Pak Nurdin tanya Haji Momo,” bebernya.

Sari Pudjiastuti kemudian menghubungi Haji Momo dan menyampaikan maksud Nurdin Abdullah. Haji Momo bilang setuju dan menentukan waktu kapan diambil.

Haji Momo lalu menyuruh orangnya bernama Haji Boi mengantar uang itu ke Sari dan bertemu di penginapan, samping Hotel Awal Bros (Sekarang Primaya Hospital).

Uang sebesar Rp 1 miliar itu kata Sari Pudjiastuti juga ditaruh di kardus. Ia kemudian menitip uang tersebut di rumah keponakannya, sambil dipindahkan ke koper.

“Besoknya diambil oleh Salman, ajudan NA. Saya serahkan di depan apartemen Vida View. Saat itu salman bertanya, Bu Sari, saya mau ambil mi uangnya,” ujar Sari menirukan percakapannya bersama Salman.

Haji Momo adalah pemilik PT Tocipta Sarana Abadi. Perusahaan ini adalah pemenang sejumlah proyek jalan provinsi di Kabupaten Wajo.

(Lutt/Al)

Awal Febri

Share
Published by
Awal Febri

BERITA TERKAIT

Tepat di Hardiknas, Andi Amran Sulaiman Kembali Pimpin IKA Unhas Periode 2026–2030

MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…

3 jam ago

Mubes IKA Unhas: Andi Amran Sulaiman Kantongi Dukungan 84,5 Persen

MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas),…

7 jam ago

Mubes IKA Unhas 2026 Resmi Dibuka, Jadi Momentum Strategis Arah Organisasi Alumni

MAKASSAR, Trotoar.id — Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas) resmi digelar…

7 jam ago

Yeni Rahman Hadiri Upacara Hardiknas Sulsel 2026, Dorong Penguatan Kurikulum dan Fasilitas Sekolah

MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Yeni Rahman, menghadiri Upacara…

7 jam ago

Kado Hardiknas 2026, Munafri–Aliyah Perkuat Insentif Guru hingga Fasilitas Sekolah

MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota…

7 jam ago

Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Munafri Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa pendidikan…

7 jam ago

This website uses cookies.