Categories: DaerahNews

Seorang Guru Ngaji di Sulsel Diduga Lakukan Tindak Asusila ke Santrinya, MUI: Sangat Pedih

TROTOAR.ID, SINJAI – Dugaan tindakan asusila oleh guru ngaji kepada santrinya terjadi di salah satu Taman Kanak-kanak Al-Qur’an/ Taman Pendidikan Al-Qur’an (TKA/TPA) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Awal kejadian ini tercium ketika salah salah santri berinisial M mendapat ancaman akan dilaporkan ke Polisi oleh terduga pelaku bila dugaan perbuatan asusila ini diketahui orang lain.

Alhasil, M merasa amat ketakutan atas intimidasi yang didapatkan dari terduga pelaku. 

M adalah teman dekat dari S yang tak lain ialah korban dugaan tindak asusila oleh si guru ngaji tersebut. 

M yang mulai berubah sikap dan nampak ketakutan membuat ayahnya curiga. Sehingga sang ayah yang berinisial A ini mencoba pelan-pelan menanyakan perihal kegelisahaan buah hatinya. 

Dari situlah mulai terbongkar semuanya. Sembari sang ayah mencoba menguatkan anaknya yang nampak ketakutan itu, ia lalu mengusutnya.

“Kenapa (anak saya) takut, karena gurunya mengancam melapornya jika chat dibocorkan,” kata A, pada Sabtu (14/08/21).

“Saya sebagai orang tua (M) teman si korban (S) meminta dan melihat bukti chat tersebut dan menemukan beberapa bukti chat dan foto asusila yang sangat tidak terpuji,” kata A sembari menunjukkan bukti chat tersebut.

A menyebut bahwa terduga pelaku ini selain guru ngaji juga diketahui sebagai imam masjid.

Tak hanya itu, A juga mendatangi pihak pemerintah setempat untuk mengatakan hal tersebut dengan memperlihatkan bukti-bukti.

“Saya sebagai salah satu orang tua santri melaporkan kejadian itu ke pak RT (setempat) dan memperlihatkan bukti chat dan foto oknum guru ngaji dan murid,” bebernya.

Setelah itu, mereka bersama pengurus masjid melakukan tindakan dengan memecat secara tidak terhormat kepada si guru ngaji yang juga imam masjid.

“Kami bersama jamaah masjid lain bersepakat bahwa oknum imam masjid tersebut langsung dipecat secara tidak terhormat dan dilarang lagi mengajar di TKA/TPA,” ujarnya.

Respons MUI

Mendengar hal itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sinjai, Fadhlullah Marzuki menegaskan bahwa ini tak boleh dibiarkan, meskipun itu adalah musibah.

“Kami juga dari MUI merasa sangat pedih dan perihatin, sekali lagi ‘Bumi Panrita Kitta’ (Julukan Kabupaten Sinjai) tercederai,” kata dia. 

Laporan : an/Al

Awal Febri

Share
Published by
Awal Febri

BERITA TERKAIT

Dua Bupati Golkar HIjrah, Bupati Soppeng: Maaf Belum

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Isu perpindahan sejumlah kepala daerah dari Partai Golkar ke partai lain mulai…

3 jam ago

Walikota Makassar, Pimpinan Upacara Hari Lahir Pancasila

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari…

6 jam ago

Wali Kota Makassar Hadiri Sannipata Waisak

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan Sannipata Waisak dalam rangka Hari…

8 jam ago

Gubernur Sulsel Hadiri Sannipata Ummat Buddha

MAKASSAR, TROTOAR ID – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Sannipata Waisak 2026 yang…

10 jam ago

Pemda Barru Peringati Hari Lahir Pancasila

BARRU, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Barru menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di…

12 jam ago

DWP Sulsel Salurkan Hewan Kurban, Sasar Kelompok Rentan di Makassar

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan…

1 hari ago

This website uses cookies.