Seorang Guru Ngaji di Sulsel Diduga Lakukan Tindak Asusila ke Santrinya, MUI: Sangat Pedih

Awal Febri
Awal Febri

Senin, 16 Agustus 2021 01:32

Seorang gadis yang tengah mendekap di sebuah tembok kosong terlihat seperti tertekan dan merasa takut, Jumat (22/1) || Dok: TROTOAR.
Seorang gadis yang tengah mendekap di sebuah tembok kosong terlihat seperti tertekan dan merasa takut, Jumat (22/1) || Dok: TROTOAR.

TROTOAR.ID, SINJAI – Dugaan tindakan asusila oleh guru ngaji kepada santrinya terjadi di salah satu Taman Kanak-kanak Al-Qur’an/ Taman Pendidikan Al-Qur’an (TKA/TPA) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Awal kejadian ini tercium ketika salah salah santri berinisial M mendapat ancaman akan dilaporkan ke Polisi oleh terduga pelaku bila dugaan perbuatan asusila ini diketahui orang lain.

Alhasil, M merasa amat ketakutan atas intimidasi yang didapatkan dari terduga pelaku. 

M adalah teman dekat dari S yang tak lain ialah korban dugaan tindak asusila oleh si guru ngaji tersebut. 

Baca Juga  Where to get a Bride Over the internet, the Easy Way!

M yang mulai berubah sikap dan nampak ketakutan membuat ayahnya curiga. Sehingga sang ayah yang berinisial A ini mencoba pelan-pelan menanyakan perihal kegelisahaan buah hatinya. 

Dari situlah mulai terbongkar semuanya. Sembari sang ayah mencoba menguatkan anaknya yang nampak ketakutan itu, ia lalu mengusutnya.

“Kenapa (anak saya) takut, karena gurunya mengancam melapornya jika chat dibocorkan,” kata A, pada Sabtu (14/08/21).

“Saya sebagai orang tua (M) teman si korban (S) meminta dan melihat bukti chat tersebut dan menemukan beberapa bukti chat dan foto asusila yang sangat tidak terpuji,” kata A sembari menunjukkan bukti chat tersebut.

Baca Juga  Sabar Ya! Tak Ada Pendaftaran CPNS di Sinjai Tahun Ini

A menyebut bahwa terduga pelaku ini selain guru ngaji juga diketahui sebagai imam masjid.

Tak hanya itu, A juga mendatangi pihak pemerintah setempat untuk mengatakan hal tersebut dengan memperlihatkan bukti-bukti.

“Saya sebagai salah satu orang tua santri melaporkan kejadian itu ke pak RT (setempat) dan memperlihatkan bukti chat dan foto oknum guru ngaji dan murid,” bebernya.

Setelah itu, mereka bersama pengurus masjid melakukan tindakan dengan memecat secara tidak terhormat kepada si guru ngaji yang juga imam masjid.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Ingin TP Maju Pilgub Sulsel

“Kami bersama jamaah masjid lain bersepakat bahwa oknum imam masjid tersebut langsung dipecat secara tidak terhormat dan dilarang lagi mengajar di TKA/TPA,” ujarnya.

Respons MUI

Mendengar hal itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sinjai, Fadhlullah Marzuki menegaskan bahwa ini tak boleh dibiarkan, meskipun itu adalah musibah.

“Kami juga dari MUI merasa sangat pedih dan perihatin, sekali lagi ‘Bumi Panrita Kitta’ (Julukan Kabupaten Sinjai) tercederai,” kata dia. 

Laporan : an/Al

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen01 November 2026 17:13
Pengawasan APBD di Wajo, Sufriadi Arif Respons Keluhan Warga soal Pemadaman Listrik
WAJO, Trotoar.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, turun langsung menemui masyarakat dalam agenda Pengawasan Pelaksanaan ...
Metro01 November 2026 15:17
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Gaungkan Literasi Keuangan Syariah
MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (1/11/2026), untuk mengikuti kegiata...
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...