Seorang gadis yang tengah mendekap di sebuah tembok kosong terlihat seperti tertekan dan merasa takut, Jumat (22/1) || Dok: TROTOAR.
GOWA – Apa jadinya jika orang tua membuat anaknya harus kehilangan mata demi sesuatu hal yang tidak jelas. Sungguh tega.
Seperti kasus yang terjadi di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Seorang anak perempuan berinisial AP yang berusia 6 tahun dicukil matanya oleh orang tuanya sendiri, pada Rabu (1/9).
Bahkan yang terlibat dalam aksi kekejaman ini diduga ada kerabat terdekat sang anak.
Perbuatan itu diduga karena menjadi syarat untuk memuluskan tahapan dari proses ajaran ilmu hitam.
“Karena dia (pelaku) lihat di matanya (anak/korban) ada sesuatu, (para pelaku) berusaha mengambil,” kata keluarga korban, Agus. Sabtu (4/9).
Agus menyebut bahwa korban dianiaya oleh empat orang, ada yang pegang rambut si anak, ada juga pegang kakinya.
“(Anak) kayak orang dianiaya, karena bapaknya pegang rambutnya, sama omnya, kemudian kakeknya yang pegang kakinya,” kata Agus.
Sehingga sang anak pun harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Syekh Yusuf, Gowa.
Di samping itu, Paman korban bernama Bayu menduga korban telah menjadi korban pesugihan oleh ibu, bapak, serta kakek dan neneknya.
Karenanya, kata dia, ibu korban mengaku mendengar bisikan gaib, ditambah dengan kerapnya dilakukan ritual aneh pada malam tertentu di rumah korban.
“Di rumah itu memang mereka sering gelar ritual aneh seperti pesugihan dan mereka kerap berhalusinasi,” beber Bayu.
Anak pertama meninggal dunia
Padahal kakak kandung dari korban AP yang juga berinisial DD ternyata baru-baru meninggal dunia.
Usai pulang dari pemakaman DD, orang tuanya mahal mencukil mata si AP.
Berdasarkan informasi, DD diduga meninggal dunia akibat dari perbuatan orang tuanya juga.
Diduga DD juga menjadi korban akibat ilmu hitam yang didalami orang tuanya.
“Untuk sementara, dari informasi yang saya dengar, kakaknya ini meninggal ini karena dicekoki garam 2 liter, sampai pembuluh darahnya pecah,” kata Bayu (34) paman korban.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman mengaku saat pihaknya menerima laporan langsung memberi respons
Pihaknya langsung ke lokasi dan mengamankan lima orang terdiri dari kedua orangtua, paman serta kakek dan nenek korban.
Dua di antara pelaku, kini dirujuk ke Rumah Sakit Dadi Makassar untuk menjalani pemeriksaan mental.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan rumah sakit,” kaya AKP Boby, kemarin.
Menurut AKP Boby, berdasarkan hasil interogasi dari para tersangka, motifnya ini adalah halusinasi.
Pengakuan tersangka, kata AKP Boby, kerap mendapat bisikan gaib yang mengharuskan melakukan kekerasan kepada korban. (Alam)
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menunjukkan respons cepat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menjajaki kerja sama di sektor energi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menerima audiensi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani melaksanakan audiensi sekaligus menyampaikan undangan pelantikan Komite Nasional Pemuda Indonesia…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tahapan wawancara Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II.b…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin yang digelar di Four…
This website uses cookies.