Dugaan Korupsi BPNT di Sulsel, Komisi III DPR RI Andi Rio Minta APH Segera Tindak Oknum-oknum yang Berperan

Awal Febri
Awal Febri

Minggu, 05 September 2021 10:43

Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi
Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi

MAKASSAR – Menanggapi persoalan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Kementerian Sosial (Kemensos) yang carut marut di Sulawesi Selatan.

Legislator Komisi III DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi menilai bahwa bantuan sosial (Bansos) Kemensos cenderung bermasalah pada pengadaan dan penyalurannya. Seperti data penerima yang amburadul, tidak sasaran, adanya indikasi ‘permainan’, tidak layak konsumsi hingga dugaan korupsi.

Baru-baru ini misalnya, ada empat kabupaten di Sulawesi Selatan yang diangkat oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, sebagai sampel yang disinyalir adanya indikasi perbuatan melawan hukum yakni korupsi pada tahapan pengadaan.

Padahal diketahui bersama bahwa seyogyanya dana bantuan tersebut sedianya disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

“(Masalah) Ini harus diwaspadai. (Perlu) dievaluasi dan diselidiki,” kata Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Andi Rio ini, Sabtu (4/9). 

Dia juga meminta dengan tegas kepada semua institusi Aparat Penegak Hukum (APH) agar menindak persoalan tersebut tanpa tebang pilih. Mengingat, BNPT adalah untuk kemaslahatan rakyat, dan korupsi adalah kejahatan.

Tak sampai di situ, Andi Rio juga meminta jika ada oknum penegak hukum yang tak melakukan penindakan dan melakukan pembiaran, atau malah menjadi “pemain” maka harus diproses.

“Penegakan hukum harus bisa segera menindak dan menangkap oknum-oknum yang berperan dalam penyaluran bantuan BNPT. Jika ada aparat penegak hukum yang bermain, maka harus diberikan sanksi tegas dari aparat penegak hukum yang bersangkutan,” tegasnya.

Menurutnya, pelaku tindak kejahatan korupsi tak boleh dibiarkan tersenyum di atas penderitaan masyarakat yang terdampak pandemi.

“Jangan sampai mereka tersenyum atas penderitaan para korban,” tuturnya.

Kedepannya, Andi Rio juga berharap agar pemerintah daerah dan pusat membangun komunikasi untuk bersinergi memperbaiki kesalahan yang ada, baik dari segi regulasi maupun pada tahapan penyalurannya.

“Pemerintah pusat dan daerah harus memperbaiki regulasi dan mekanisme penyaluran bansos, agar tidak banyak lembaga dalam penyalurannya, sehingga menimbulkan banyak masalah,” tuturnya. (Alam)

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional31 Mei 2026 20:32
Business Champion Australia Perkuat Kemitraan Ekonomi dalam Kunjungan ke Jakarta
JAKARTA, TROTOAR.ID — Business Champion Australia untuk Indonesia, Profesor Jennifer Westacott AC, menyelesaikan kunjungan kedelapannya ke Jakarta d...
Nasional31 Mei 2026 20:28
Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni MagangHub
JAKARTA, TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memfasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis bagi alumni Program Magang Nasional ...
Metro31 Mei 2026 20:15
Jamaah Haji Kloter 1 Embarkasi Ujung Pandang Dijadwalkan Tiba di Makassar 1 Juni
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Jamaah haji kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Ujung Pandang dijadwalkan akan kembali ke tanah air pada Senin, 1 Juni 2026...
Metro31 Mei 2026 09:51
Makassar Half Marathon 2026 Dongkrak Ekonomi Kota, Hotel hingga UMKM Kebanjiran Rezeki
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Makassar Half Marathon (MHM) 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu event olahraga terbesar dan paling meriah di In...