Kepada Pendukung Novel dkk, Fahri Hamzah: Jangan Percaya Bahwa Ini Pelemahan KPK Atau Niat Jahat, Tidak!

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Rabu, 15 September 2021 20:03

Fahri Hamzah, (istimewa)
Fahri Hamzah, (istimewa)

JAKARTA – Sejumlah elemen masyarakat sipil getol meneriakkan mengenai pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca revisi UU KPK hingga pemberhentian pegawai KPK.

Bagi sebagian kalangan masyarakat sipil menyebut kalau KPK tak lagi bisa diharapkan untuk menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi di tanah air.

Bahkan banyak piha menyebut kalau KPK telah dikuasai oleh oligarki, sehingga memberi ruang bagi penguasa untuk terus berbuat sewenang-wenang.

Hal ini terlihat ketika revisi UU KPK digencarkan DPR RI, demo besar-besaran pun tak tertahankan sampai-sampai aksi protes pecah di berbagai wilayah di Indonesia.

Tapi baru-baru ini tanggapan berbeda dari seorang politisi Fahri Hamzah. Fahri menyebut kalau KPK tetap ada dan hidup untuk bekerja memberantas korupsi.

Fahri mengaku sangat percaya pada KPK. Ia juga mengajak masyarakat agar tak melepas rasa percaya pada KPK.

Dia memberi dukungan kepada KPK untuk terus hadir memberantas korupsi.

Bagi Fahri, hilangnya beberapa orang termasuk Novel Baswedan dan kawan-kawannya (dkk) dari tubuh KPK tak menjadi alasan untuk tidak mendukung dan mempercayai KPK.

“Ini adalah ujung dari perjalanan panjang untuk  untuk melakukan konsolidasi kelembagaan. Jangan percaya bahwa ini pelemahan atau niat jahat menghambat pemberantasan korupsi, tidak!. Jangan pernah meragukan  @KPK_RI  hanya karena orang2 tertentu tak lagi di sana. #MajuTerusKPK,” cuit Fahri Hamzah di twitternya @Fahrihamzah dikutip trotoar.id, Rabu (15/9). 

Kata Novel

Sementara muncul kabar bahwa Novel dkk akan dipecat pada tanggal 1 Oktober 2021 mendatang.

Akan tetapi Novel mengaku  belum mendengar kabar dirinya dan pegawai non aktif lainnya akan dipecat.

Meski begitu, novel tak yakin akan dipecat, sebab menurutnya jika dipecat maka itu melanggar hukum dan perintah Presiden Joko Widodo.

“Saya belum dapat informasi. Pertanyaannya apakah pimpinan KPK akan menentang perintah Presiden dan jelas-jelas melanggar hukum?” kata Novel saat dikonfirmasi, Rabu (15/9).

Penulis : Redaksi


 Komentar

Berita Terbaru
News18 September 2021 15:49
33 Tahun Pengabdian, Alumni Akabri 89 Gelar Baksos dan Vaksinasi Masyarakat KBN Untia Makassar
Trotoar.id, Makassar -- Di Momen Istimewa 33 Tahun pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menyambut peringatan HUT ke-76 TNI. ...
Daerah18 September 2021 15:21
Perkuat Sinergitas Stakeholder, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Gelar Pelatihan UMKM
Trotoar.id, Belopa -- Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (DKUP) Kabupaten Luwu menggelar Pelatihan UMKM dengan mengangkat tema "Sinergitas Stakehol...
Metro18 September 2021 15:13
HUT Ke-76 PMI, 400 Orang Divaksin Hari Pertama Program Serbuan Vaksin Pemuda
Trotoar.id, Luwu Utara --- Sebanyak 400 orang divaksin COVID-19 pada program Serbuan Vaksin Pemuda dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Palang M...