Eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai (Ari Saputra/detikcom)
JAKARTA – Berbagai pihak menanggapi cuitan eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang mengatakan bahwa jangan percaya orang Jawa seperti Jokowi dan Ganjar.
Salah satu yang memberi tanggapan adalah kritikus politik Faizal Assegaf yang justru menertawakan Natalius Pigai.
Lalu Faisal menyebut bahwa Natalius Pigai ini emosional dan khilaf. Menurutnya, mengkritik persoalan seputar ekonomi politik adalah wajar, tetapi narasi yang bermuatan rasis harus dihindari.
“Hahahaha kali ini pak @NataliusPigai2 emosional & khilaf. Mengoreksi peta kesenjangan seputar realita politik & ekonomi, wajar saja. Tp hindari narasi yg terkesan rasis’, walau pak Pigai sebenarnya tdk bermaksut demikian. Semangat pak, kebersamaan & kebhinekaan itu anugerah,” kata Faizal Assegaf dalam postingannya di twitter, Sabtu (2/10).
Cuitan Faizal ini menanggapi postingan Natalius Pigai sehari sebelumnya yang menerangkan jangan percaya pada Jokowi dan Ganjar sebab mereka merampok kekayaan Papua.
“Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan).,” kata Natalius Pigai dikutip dari akun twitternya.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)…
BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…
BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…
This website uses cookies.