Dicurigai Mengalir ke Kelompok Radikal, Eko Kuntadhi Sebut Dana MUI Perlu Diaudit

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Rabu, 24 November 2021 19:35

Eko Kuntadhi.
Eko Kuntadhi.

trotoar.id, Makassar—Anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain an-Najah (ZN), dan dua orang lainnya telah ditangkap Densus 88 Antiteror terkait dugaan tindak pidana terorisme.

Meskipun disebutkan oleh pihak MUI bahwa dugaan atas terlibat terhadap salah satu jaringan terorisme itu merupakan urusan pribadi dan tak ada hubungannya dengan MUI.

Kemudian MUI telah memutuskan mencopot Ahmad Zain An Najah sebagai pengurus Komisi Fatwa MUI.

Ditanggapi oleh Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi dengan komentar yang cukup hangat.

Eko bilang bahwa MUI itu mengakumulasi anggaran publik dari sertifikasi halal.

Ia mengatakan bahwa dana tersebut sepertinya perlu ditelusuri atau diaudit secara serius.

“MUI mengumpulkan  dana publik dari sertifikasi halal. Kayaknya perlu audit serius soal dana tersebut,” demikian cuitan Eko Kuntadhi di akun twitternya, Rabu (24/11).

Menurutnya, ini bersinggungan dengan penangkapan eks pengurus MUI oleh Densus 88.

“Apalagi kemarin Densus 88 menangkap pengurus MUI dengan dugaan  teroris,” ungkapnya.

Pihaknya curiga jangan sampai anggaran tersebut ternyata mengalir ke kelompok radikalisme.

“Jangan sampai publik curiga, gimana kalau dana itu dialirkan ke gerombolan Radikal?,” bebernya.

Tim Densus 88 sebelumnya menangkap tiga terduga teroris di wilayah Bekasi. 

Ketiga terduga teroris itu adalah Farid, yang memiliki keterlibatan Dewan Syuro Jamaah Islamiyah.

Farid diamankan di Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, pada Selasa (16/11), sekitar pukul 04.43 WIB.

Selain itu, untuk Ahmad Zain disebutnya ditangkap di Perumahan Pondok Melati Indah di Jalan Merapi 1, RT 02, RW 05, Blok A5 No 8, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Ia ditangkap sekitar pukul 04.39 Wib.

Selanjutnya, untuk Anung Al-Hamat (AA) ditangkap Densus di Jalan Raya Legok Blok Masjid, RT 02, RW 03, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi. Pria yang bekerja sebagai dosen ini ditangkap pukul 05.49 Wib. [Al/Lr]


 Komentar