Laki-laki dan perempuan dalam kamar hotel mengaku 'tante dan ponakan' saat digrebek oleh petugas di salah satu hotel melati di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sabtu (4/12) TROTOAR/Troy
MAKASSAR—Sabtu, 4 Desember 2021, sekira pukul 22.00 Wita malam, petugas gabungan bergerak dari arah Jalan AP Pettarani Makassar lalu masuk ke Jalan Pettarani III.
Lalu mobil patroli berhenti di sebuah hotel, di sana petugas masuk kemudian menyisir satu per satu kamar dan menanyakan identitas serta buku nikah, apabila yang ditemukan adalah pria-wanita.
Jika tak mampu menunjukkan buku nikah, maka terpaksa harus diangkut oleh petugas.
Di hotel itu, petugas membawa beberapa pasang bukan suami istri naik ke mobil patroli.
Suasana begitu dingin, tak disangka hujan pun turun mengguyur tanah. Mobil kemudian bergerak lagi ke menuju Jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Di sana para petugas memasuki sebuah kompleks, lalu menemukan sebuah hotel melati.
Bersamaan mobil patroli berhenti dan petugas turun lalu masuk ke hotel tersebut.
Hanya beberapa saat berkomunikasi dengan resepsionis hotel, petugas lalu menyisir setiap kamar dari lantai 1 ke lantai 2.
Petugas mengamankan semua pasangan yang bukan suami istri di hotel itu.
Apalagi dengan suasana hujan membuat situasi semakin tenang saat berada dalam penginapan.
Saat para petugas menaiki lantai 2, ditemukan sepasang bukan suami istri dalam satu kamar.
“Perempuan itu siapa?,” tanya salah seorang petugas kepada remaja itu.
“Tanteku,” ujar remaja itu menyembunyikan wajahnya menjawab pertanyaan petugas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim yang ditemui di lokasi penggerebekan membenarkan hal ini.
“Ada yang kita temukan laki-laki dan perempuan. Laki-lakinya masih berondong sementara perempuannya sudah tua mengaku lagi sama tantenya,” kata Muhyiddin kepada trotoar.id.
Meski begitu, pihaknya akan memperdalam dulu informasi kepada orang-orang yang digrebek dengan melakukan asesmen.
“Kita temukan ini ada 8 pasang. Kita akan panggil orang tuanya atau keluarganya. Jadi tidak akan dikembalikan begitu saja setelah diasesmen di Kantor,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, operasi ini dilakukan oleh Dinas Sosial Makassar, Satpol PP, dan Polrestabes Makasssr. [Al/Troy]
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…
SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun…
SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…
This website uses cookies.