Bahar bin Smith.
JAKARTA – Pendakwah Habib Habar dinilai selalu bikin gaduh dan onar sana-sini.
Berbagai pihak mengecam tingkahnya. Salah satunya Politikus Senior Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha.
Toha mengatakan, Habib Bahar bin Smith sudah seharusnya ditangkap dan jebloskan kembali ke penjara.
“Manusia tukang bikin gaduh seperti Bahar Smith ini sebaiknya tidak ditangkap dan dimasukkan bui lagi,” kata Abdillah Toha di Twitter-nya, Minggu (19/21).
Bahkan, Toha menyarankan agar Bahar dipasung saja di rumah sakit jiwa sebab jika dibebaska makan bikin onar lagi.
“Nanti keluar bikin onar lagi. Lebih baik dimasukkan rumah sakit jiwa, dipasung sampai sembuh,” katanya.
Selain itu, ada juga pegiat media sosial, Rudi S Kamri, menyebutkan bahwa Habib Bahar ini memang pantas ditangkap.
Rudi meminta KSAD Jenderal Dudung menangkap Habib Bahar. “Ini bagi saya sudah keterlaluan,” ungkapnya.
Menurut Rudi, Habib Bahar telah melebih – lebihkan ucapan Jenderal Dudung di depan para jamaahnya.
“Tidak ada kebencian dari Jenderal Dudung kepada orang arab, tapi dengan Habib Bahar diolah, diputar seolah-olah Jenderal Dudung benci orang arab,” kata Rudi.
“Saya menunggu ketegasan KASAD untuk menyikat habis toxic-toxic atau racun-racun bagi masyarakat Indonesia seperti Bahar bin Smith. Karena ini kalau dibiarkan terus-menerus bakal ngelunjak,” bebernya
LUWU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dikabarkan bertolak ke…
LUWU, Trotoar.id— Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, meninjau langsung proses pengaspalan jalan poros…
MAKASSAR, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Makassar menunda pembahasan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya penataan kota di Makassar tak melulu bergantung pada penertiban pemerintah. Di…
This website uses cookies.