Categories: DaerahNews

Bupati Bulukumba Ancam Proses Hukum Para Penambang Liar, Perusak Lingkungan!

Bulukumba – Aktivitas penambangan liar tampaknya mendapatkan atensi serius Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf. 

Di mana secara umum akibat yang ditimbulkan dari penambangan ilegal tersebut akan berdampak terhadap lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan bupati saat meninjau Bendungan Balangtieng di Desa Balong, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Minggu (26/12/2021).

Andi Utta—sapaan akrabnya, saat berada di Bendungan Balantieng mengungkapkan telah terjadi pendangkalan di sekitar bendungan, dimana pendangkalan tersebut terjadi akibat adanya tambang liar galian C yang diduga milik warga.

Tampak alat berat milk PT Amaly dikerahkan untuk mengeruk sendimentasi dan mengangkut batu gajah di aliran sungai sebagai langkah cepat perbaikan muara irigasi di Desa Lonrong yang sempat jebol akibat debit air yang tinggi pasca curah hujan.

“Lima hari pekerjaan terus dilakukan dibantu masyarakat dan 2 alat berat saya turunkan untuk membantu normalisasi irigasi,” beber Andi Utta.

Diketahui, Bendungan Balangtieng mengaliri 764 hektar sawah, meliputi tiga desa yaitu Desa Manjalling, Garanta dan Balong, olehnya itu Bupati Muchtar Ali Yusuf mewarning akan memproses secara hukum bagi para pelaku penambang liar yang melakukan penambangan di lokasi tersebut.

Hal itu tentu dilakukannya sebagai upaya untuk mengurangi akibat yang ditimbukan oleh penambangan secara ilegal, dimana akan berdampak menurunnya produktivitas lahan sehingga berimbas kepada produktivitas petani.

“Kasihan petani kita. Apalagi saat ini sedang musim tanam padi,” ujarnya.

“aaya ingatkan kepada para penambang liar, barang siapa menambang di lokasi tersebut. Maka saya tidak segan-segan akan memproses secara hukum, tanpa kecuali,” tegas Bupati Andi Utta menambahkan.

Selain itu, ia juga berharap Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Kementerian PUPR untuk memberikan bantuan untuk perbaikan maupun pemeliharaan bendungan balangtieng serta irigasi bayang-bayang yang jebol akibat curah hujan yang cukup tinggi dan mengakibatkan daya tahan bendungan tidak mampu menahan tekanan air. [Addi]

Awal Febri

Share
Published by
Awal Febri

BERITA TERKAIT

Pelajar 17 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Tebing Apparalang

BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban jatuh di tebing wisata Apparalang, Desa…

10 jam ago

Siswa Jatuh di Tebing Apparalang Bulukumba, Operasi SAR Diperluas hingga Radius 3 Mil

BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Upaya pencarian terhadap seorang pelajar yang dilaporkan terjatuh dari tebing wisata Apparalang,…

12 jam ago

Pemkab Luwu Apresiasi Khotmul Qur’an Gabungan Metode Ummi

LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Khotmul Qur’an Gabungan Metode Ummi…

14 jam ago

Komisi E Dalami Dugaan Intervensi di Balik Mundurnya Kepala Sekolah

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan melalui Komisi E akan segera…

15 jam ago

Disdik Sulsel Tegaskan Evaluasi Kepsek untuk Penguatan Kinerja dan Mutu Pendidikan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja kepala SMA…

17 jam ago

Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi Peserta MagangHub Batch 2

JAKARTA, TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran sertifikasi kompetensi bagi peserta Pemagangan Nasional (MagangHub)…

18 jam ago

This website uses cookies.