Categories: DaerahMetroNews

Tampil di Final, Peserta Lomba Lagu Daerah Folk Song Luwu Utara Sowan ke Wakil Bupati

Pemda Lutra

Trotoar.id, Luwu Utara —– Peserta Lomba Lagu Daerah Folk Song Singing Competition se-Tana Luwu asal Kabupaten Luwu Utara sowan atau bersilaturahmi dengan Wakil Bupati (Wabup) Luwu Utara, Suaib Mansur, Rabu (19/1/2022), di Ruang Kerja Bupati.

Kunjungan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan pelepasan peserta lomba oleh Wakil Bupati Suaib Mansur. Luwu Utara sendiri pada ajang Lomba Folk Song berhasil tampil di final, dan bersaing dengan Kabupaten Luwu dalam perebutan juara.

Wabup Suaib Mansur berharap, Luwu Utara dapat memberikan penampilan terbaik saat final yang akan dilangsungkan di Istana Kedatuan Luwu. Lomba ini masuk rangkaian Pekan Budaya Tana Luwu guna memeriahkan Hari Jadi Ke-754 Tana Luwu.

“Berikan yang terbaik, dan bawa pulang kemenangan,” kata Suaib. Menurutnya, kemenangan tidak hanya disimbolkan dengan merebut gelar juara, tetapi banyak nilai yang bisa dipetik oleh peserta, salah satunya menjaga nama baik daerah Luwu Utara.

“Yang namanya kompetisi, tentu kita ingin juara, tapi juara bisa diartikan juga dengan menjaga nama baik daerah kita,” terang dia. Dikatakan Suaib, peserta Luwu Utara dalam lomba ini harus mampu menampilkan visi kebudayaan agar tetap terjaga.

“Selamat berjuang, semoga harapan kita semua dapat terwujud sebentar malam saat lomba final selesai dihelat,” ucapnya, sembari mengatakan bahwa Lomba Folk Song se-Tana Luwu ini gaungnya bisa menasional, bahkan bisa sampai mendunia.

Sementara itu, Ketua Penyelenggaran Kegiatan, Zulfikar, mengatakan bahwa Final Lomba Folk Song akan dilangsungkan di Panggung Utama Istana LangkanaE Kedatuan Luwu. Kata dia, Luwu Utara dan Luwu akan menampilkan 5 penyanyi di final.

“Yang ditampilkan sebentar malam adalah lagu-lagu daerah Tana Luwu dengan berbagai etnis yang ada,” terangnya. Kata dia, lomba ini tak hanya fokus pada pencarian keterwakilan etnis, tetapi juga dalam rangka pelestarian bahasa daerah Tana Luwu.

“Kami melestarikan warisan budaya tak benda, yaitu bahasa Daerah agar penuturnya tetap ada,” pungkasnya. Untuk diketahui, ada 8 lagu wajib, dan peserta harus memilih satu dari delapan lagu itu. Peserta juga diberi kesempatan memilih satu lagu bebas. Total ada dua lagu untuk masing-masing peserta.

Berikut daftar 8 lagu wajib: Lembata Tana Luwu (Pamona), Lipu Mpeari (Pamona), Suruganna Lino (Tae’ Luwu), Kanna Matangku (Bugis Luwu), Leri Rampi (Rampi), Tanete Baba (Seko), Ampe-ampe Samarenda (Rongkong), dan Wute Nuha (Padoe). (LH)

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Bupati Sidrap Apresiasi Peran Gemes Squad dalam Memajukan Ekonomi Kreatif Lokal

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary)…

13 jam ago

Munafri: Muslim Life Fair Jadi Momentum UMKM Naik Kelas di Makassar

Walikota .akadsar, Munafri Arifuddin

17 jam ago

Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali Sekolah

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan…

18 jam ago

TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026

JENEPONTO, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan fokus…

19 jam ago

Walk Out dari Mubes, IKAFE Ingin IKA Unhas Lebih Berdampak

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…

22 jam ago

Optimisme Bupati Sidrap di MRS Celebes 2026: Dari Lokal Menuju Internasional

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang yang juga Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan,…

22 jam ago

This website uses cookies.