Diskusi

Budiman Sudjatmiko: Digitalisasi Indonesia belum Merata

Awal Febri
Awal Febri

Kamis, 03 Februari 2022 16:05

Budiman Sudjatmiko berdiskusi bersama pengurus pusat SMSI.
Budiman Sudjatmiko berdiskusi bersama pengurus pusat SMSI.

JAKARTA- Digitalisasi belum merata hingga seluruh wilayah Indonesia. Keadaan seperti itu tidak akan menghentikan jalannya peradaban digital terbaru yang masih dalam kategori fase 4.0. 

Menjadi tidak adil apabila kemajuan teknologi dihentikan dengan alasan banyak warga di berbagai pulau di Indonesia belum seluruhnya paham metaverse, atau bahkan masih ada yang belum mengenal internet. 

Biarkan saja pintu kemajuan teknologi tetap terbuka lebar,  dan penduduk yang belum paham supaya pelan-pelan mengikutinya. 

Demikian benang merah pemikiran yang mengemuka dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Diskusi SMSI Lingkar Merdeka, Rabu 2 Februari 2022 di Kantor SMSI Jalan Veteran, Jakarta Pusat. 

Hadir sebagai pembicara  pendiri Bukit Algoritma Budiman Sudjatmiko dan Tedy Tri Tjahyono Dalam diskusi rangkaian menjelang ulang tahun Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ke-5 di Jakarta 7 Maret 2022 ini hadir juga antara lain Ketua Umum SMSI Firdaus, Sekjen SMSI Mohammad Nasir, Anggota Dewan Penasihat SMSI Pusat Ervik Ari Susanto, dan Nishal Dillon (Forum Diskusi Lingkar Merdeka). 

“Pintu perkembangan jangan ditutup untuk kemajuan teknologi, untuk mereka yang sudah menguasai teknologi, maupun yang belum,” kata  Budiman Sudjatmiko.

Walaupun masih banyak yang belum paham dengan perkembangan teknologi digital terkini, kata Budiman, itu tanggung jawab bersama untuk memberi tahu, mengajari mereka. “Itu kewajiban kita semua, pemerintah, dosen, guru, dan para senior yang paham soal teknologi baru, soal metaverse,” tutur Budiman. 

“Jangan karena banyak yang belum paham kemudian dilarang. Di era demokrasi pintu harus dibuka selebar-lebarnya, untuk siapa saja yang mau ikut masuk,” tambah Budiman. 

Menurut Tedy Tri Tjahyono (dari Bukit Algoritma), sekarang ini masih di era 4.0, belum masuk 5.0. Nanti menurut perkiraan, kalau sudah memasuki era 5.0, orang sedang melamun, atau sedang berpikir, isi pikirannya bisa di-download. Dan, ini belum terbayangkan bagaimana teknologinya. 

 Sepakat dengan Budiman, Ketua Umum SMSI Firdaus mengatakan, pihaknya telah mengajak seluruh anggotanya berjumlah 1.700 pemilik perusahaan media siber untuk beradaptasi dengan teknologi terbaru, metaverse dan pola bisnisnya. 

Bahkan SMSI juga membentuk jaringan di kalangan remaja di seluruh Indonesia dengan nama Millennial Cyber Media. “Semua ini berjalan seiring dengan teknologi digital terbaru,” kata Firdaus. 

Sementara itu, Ervik Ari Susanto berharap pemerintah membantu menyediakan jaringan infrastruktur pendukung internet di seluruh Indonesia. Hal ini penting untuk pemerataan pemanfaatan digital untuk berbagai keperluan, terutama pengembangan ekonomi di seluruh Tanah Air. 

“Tujuannya ya membawa kemajuan luhur bangsa Indonesia, untuk kesejahteraan bangsa ini,” tutur Budiman. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 Oktober 2026 22:37
Gubernur Sulsel Siapkan Rp10 Miliar untuk Masjid Asrama Haji, UMKM Dibidik Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
GOWA, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan bantuan Rp10 miliar untuk pembangunan masjid di Asrama Haji serta ...
Politik17 Oktober 2026 22:11
Grup Band Wali dan Juan Reza Tabola Bale Bakal Hibur Pesta Rakyat HUT Golkar Sulsel
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan hiburan spesial bagi masyarakat dalam pesta rakyat untuk memeriahkan puncak perayaa...
Metro17 Oktober 2026 22:03
Aliyah Mustika Ilham Promosikan Kuliner dan Wisata Bahari Makassar di APEKSI 2026
SINGKAWANG, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mempromosikan kekayaan kuliner, budaya, dan wisata bahari Kota Makassar di ...
Metro17 Oktober 2026 19:51
Pj Ketua DWP Sulsel Borong Dagangan UMKM Perempuan, Lalu Bagikan kepada Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tak cukup hanya dengan memberikan ruang promosi. Penjabat Ke...