Trotoar.id, Makassar — Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam mengukuhkan Jafar Hafsah sebagai Guru Besar Bidang Agribisnis, dan menjadi Guru Besar tidak tetap pada Fakultas Ekonomi
Pengukuhan Politisi Partai Demokrat sebagai Guru Besar dilakukan di Ballroom Theater Lantai tiga Gedung Menara Phinisi UNM Makassar, Kamis 17 Februari
Pada pengukuhan terlihat hadir, ketua Umum Partai Demokrat yang juga direktur The Yudhoyono Institut Agus Harimurti Yudhoyono, bersama wakil ketua MPR Syarif Hasan dan Beberapa Senior Partai Demokrat
Jafar Hafsah adalah seorang politisi, yang di usia tidak muda lagi, dan menghabiskan waktunya dalam dunia politik, dan menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi. Serta menulis sejumlah buku yang konsen pada bidang pertanian
Selain itu hadir pula Rektor IPB, Rektor Unhas, DPRD Sulsel, serta para elit Partai Demokrat Sulawesi Selatan.
Rektor UNM Prof Husain Syam dalam usai mengukuhkan Jafar Hafsah mengatakan pengukuhan Guru besar hari ini tujuan sucinya lahirnya peraturan nomor 40 tahun 2012 dalam rangka penganugerahan guru besar tidak tetap.
“Sebenarnya yang tidak tetap dosennya, tapi guru besarnya tetap, ” Katanya
“Jafar Hafsah ini sudah sangat piawai dan mumpuni dalam menyampaikan pikiran didepan kita semua dalam bentuk orasi ilmiah sebagai bentuk pertanggungjawaban gelar akademik yang diperolehnya,” papar Prof. Husain Syam.
Jafar Hafsah dalam sambutannya mengatakan Agribisnis di era digitalisasi, dimana dia berpendapat, jika revolusi Industri mengalami puncaknya dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif di seluruh dunia.
“Inovasi teknologi di agribisnis meliputi, layanan informasi untuk petani sayur, penerapan satelit, pemodelan cuaca, big data, dan internet of thing pada flat form berbasis android bagi petani,” jelasnya.
Jafar Hafsah yang telah menyandang gelar Profesor itu juga mengkritik upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang mengalami tekanan.
Termasuk tekanan pengalihan lahan pertanian hingga terjadinya penyempitan lahan pertanian yang ada, yang mengakibatkan penurunan produksi hasil pertanian
“Mulai penyempitan lahan dan pertumbuhan ruang kota yang tak terkendali, alih fungsi lahan pertanian dan menurunnya jumlah angkatan kerja pada sektor pertanian,” tugasnya.
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan capaian signifikan pertumbuhan ekonomi dan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu terus mendorong peningkatan pelayanan hukum kepada masyarakat, khususnya dalam…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan pergantian kepemimpinan di…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar kegiatan literasi dan inklusi…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, A. Rachmatika Dewi, menghadiri kegiatan pemusnahan rokok…
This website uses cookies.