Benda diduga rudal. Ini faktanya:
Makassar, trotoar.id – Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI (Lantamal VI) mengevakuasi benda mirip rudal yang ditemukan nelayan di perairan Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), melalui KRI Fatahillah-361 ke Kota Makassar. Penemuan benda ini bukan kali pertama.
Danlantamal VI Makassar, Laksamana Pertama, TNI Beni Sukandari mengatakan, penemuan benda ini bukan kali pertama di Kepulauan Selayar. Sebelumnya, juga telah ditemukan benda yang menyerupai ini.
“Telah memastikan benda ini sering sekali kita temukan di sekitar Kepulauan Selayar oleh masyarakat setempat,” kata Beni saat ditemui di KRI Fatahillah, Sabtu (19/2).
Penemuan pertama sekitar 10 tahun silam. Benda tersebut bentuknya ada kemiripan, tetapi berwarna merah. Untuk penemuan kedua, dua hari lalu. Dan dapat dipastikan, benda kedua ini buatan Amerika Serikat.
“Tentunya kita antisipasi dengan adanya dua alat ini ditemukan, satu ditemukan dua hari lalu dan yang merah ini 10 tahun lalu. Dua alat ini, kita temukan di area Sea Glader di tempat yang hampir sama, di area Kepulauan Selayar,” ungkapnya.
Beni menjelaskan, jika Kepulauan Selayar memang kerap dilalui kapal sipil maupun militer. Kapal-kapal, bukan hanya sekedar lalu lalang. Tetapi, dicurigai memiliki misi tersendiri dengan memanfaatkan perairan Indonesia, khususnya Alki II (Selayar) ini.
Misalnya jika untuk kepentingan militer, mengingat Selayar adalah jalur Alki 2 yang cukup dalam. Keberadaan rudal-rudal kapal selam sangat ideal sampai ke lautan Aru atau Banda sampai Alki 3. Dan di sana, daerah yang cukup baik untuk bermanuver kapal selam.
“Tentunya kita tidak berandai-andai, kita perlu penelitian lebih lanjut sehingga dengan ditemukannya alat ini mudah-mudahan nanti dinas penelitian dan pengembangan AL bisa merekam ulang hasil data yang ada di dalam alat ini,” jelas dia.
Sebelumnya, Beni memastikan bahwa alat bukanlah rudal. Melainkan, Side Scan Sonar (SSS). Alat buatan Amerika itupun, dipastikan masih aktif. Mengingat lampu masih kedap-kedip.
Side Scan Sonar merupakan peralatan atau alat canggih yang dapat digunakan untuk meneliti dan merekam keadaan bawah laut.
“Benda berfungsi untuk meneliti keadaan di bawah permukaan laut, termasuk aktivitas, biodata dan segala kehidupan di bawah permukaan laut,” jelasnya.
Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja sektor pajak hiburan di Kota Makassar menunjukkan tren yang semakin menggembirakan.…
LUWU, Trotoar.id — Peringatan Hari Posyandu Nasional tingkat Kabupaten Luwu digelar di Posyandu Sartika, Desa…
This website uses cookies.