Trotoar.id, Makassar — Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar memprediksi kebutuhan anggaran untuk tahun 2023 mengalami kenaikan menjadi Rp4,3 Triliun.
Hal itu diungkapkan, Kepala Bapedda Kota makassar, Helmi Budiman, saat Musrembang RKPD di Salah satu hotel di Makassar
“Kiya proyeksi tahun depan anggaran kita di angka 4,3 triliun mudah-mudahan setelah hasil musrembang ini kita bisa menambah lagi mendapatkan kita supaya begitu penambahan terjadi kita masukkan ke dalam penambahan belanja,” ujarnya.
Untuk tahun 2022, kata dia pemerintah telah memetakan kebutuhan program termasuk kebutuhan belanja sesuai porsi utamanya yakni belanja modal sebanyak 30 persen.
Sehingga dirinya berharap, agar porsi anggaran tahun depan sama, mungkin pihaknya akan meningkatkan anggaran belanja modal karena menurutnya dengan adanya belanja modal yang besar maka manfaatnya juga akan semakin besar
Diketahui, hasil musrembang tahun 2023, ada sekitar 2.561 usulan program atau kegiatan disuarakan dalam musrembang dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota makassar tahun depan.
Helmi mengungkapkan dari usulan tersebut 1.611 program akan dikerjakan dari kecamatan dan pokok pikiran sendiri ada 715 usulan di tahun 2023.
“Jadi usulan tahun ini kebijakan cukup berubah dari tahun kemarin di mana tahun ini kita membagi usulan menjadi dua pertama usulan dana sektoral dana sektoral itu di kerja oleh SKPD masing-masing sesuai dengan kewenangannya dan tanggung jawabnya,”
“Yang kedua usulan yang berkaitan dengan dana Kelurahan. Kenapa kita membagi dua Karena yang namanya dana Kelurahan bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat dan bisa dikerjakan langsung oleh masyarakat,” ujar
Dia menyebutkan ada empat kunci pada musrembang TA 2023 yakni produktifitas, kesejahteraan, kemudian transformasi digital metaverse.
“Sebagian besar usulan program yang diterima seperti penyediaan infrastruktur, drainase dan keluhan kemacetan,” sebutnya.
Tak hanya itu, pemerintah Kota juga akan menfokuskan buat kesehatan masyarakat utamanya pada anak yang mengalami stunting.
Kata Helmi, total ada 80 persen anak yang mengalami stunting dari 153 kelurahan. Karenanya, ia akan menyiapkan anggarannya secara serius agar masyarakat sadar untuk hidup sehat.
Berbicara dana kelurahan, Helmi berencana menaikkan anggarannya untuk tahun depan senilai Rp 500 juta.
“Mudah-mudahan di tahun-tahun selanjutnya di masa pemerintahan Danny- Fatma kita maksimalkan terus dan tadi kan sudah ada arahan ada atau harapan bisa dinaikkan menjadi 1 Miliar mudah-mudahan itu tercapai di tahun-tahun selanjutnya,” harap Helmi.




Komentar