Rudianto Lallo

Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo: Merusak Hutan Mangrove Pastinya Berlawanan dengan Pemerintah

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 26 Maret 2022 17:47

Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo (bertopi merah).
Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo (bertopi merah).

Makassar, trotoar.id – Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mensuport penuh Ketua LPM Kelurahan Untia, Dinasruddin Bundu untuk terus menanam mangrove di Desa Wisata Untia, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya Makassar. 

Hal ini setelah Legislator dua periode itu mendengar cerita dan motivasi Dinasruddin Bundu (penduduk asli Untia) yang tak henti-hentinya menanam mangrove dengan alasan mencegah pembangunan dari pemodal besar. 

“Kami support ki, lanjutkan terus penanaman. jangan biarkan adanya pembangunan yang ujungnya merusak pemukiman warga pesisir,” tegas Politisi Partai NasDem itu, di Desa Wisata Untia, Kelurahan Untia Makassar, Sabtu (26/3/2022).

Pemilik Tagline Anak Rakyat itu mengatakan pihaknya akan terus di samping masyarakat Untia jika di kemudian waktu terdapat pemodal hendak melakukan pembangunan yang berpotensi merugikan masyarakat. Apalagi jika merusak hutan mangrove yang saat ini telah menjadi rujukan banyak peneliti.

 “Apapun alasan pembangunan itu jika akan mengakibatkan kerusakan lingkungan seperti abrasi dan banjir tidak boleh ada jalan,” tegas RL sapaan akrab Rudianto Lallo. 

Keberadaan kawasan hutan mangrove, lanjut Ketua Bappilu Partai NasDem Sulsel itu telah memiliki manfaat yang sangat besar bagi lingkungan hidup diantaranya, sebagai tumbuhan yang mampu menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai. 

“Mangrove Ini penting kita jaga bersama-sama. kita menjaga kelestariannya utamanya dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” ucap RL.

Sebelumnya Ketua LPM Kelurahan Untia Dinasruddin Bundu mengatakan mangrove telah menjadi perlindungan utamanya dari segala potensi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh alam. Tapi saat ini motivasi untuk terus menanam mangrove untuk mencegah pengembang masuk di wilayah yang telah dijaga sejak era 1998 itu. 

“Awal mulanya kami menanam mangrove itu sejak 1998, angin kencang disertai ombak besar memporak-porandakan rumah saya dan warga yang tinggal disekitar pantai. Pasca kejadian itu, kami bersama puluhan warga menanam dengan tujuan mencegah abrasi, tapi sekarang bukan abrasi yang ditakutkan, tapi masuknya pembangunan yang bisa membuat daerah kami rawan banjir,”ujarnya.

Dihadapan orang nomor satu DPRD Makassar, Dinasruddin menyebutkan beberapa wilayah yang berdampingan dengan Untia telah rusak karena dampak bangunan yang baru. Pembangunan baru timbunannya lebih tinggi dari pemukiman sehingga disaat musim hujan atau pasang air laut mengakibatkan banjir. 

“Masalah ini kami ingin hindari. upaya kami mencegahnya dengan terus  menanam mangrove. Bahkan hutan ini telah kami usulkan sebagai kawasan hutan lindung di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup pada 2014 lalu,” kata Dinas panggilan Akrab Dinasruddin.

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah07 Agustus 2026 14:54
Dari Buku ke Masa Depan, Andi Ina Pastikan Bantuan Kemendikdasmen Perkuat Budaya Literasi Anak Barru
MAKASSAR, Trotoar.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru membangun generasi yang gemar membaca kembali mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat. Us...
Parlemen07 Agustus 2026 13:51
Umiyati Apresiasi Langkah KONI Makassar Lindungi Atlet PORPROV Lewat BPJS Ketenagakerjaan
MAKASSAR, Trotoar.id – Di balik ambisi meraih gelar juara pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Selatan 2026, Komite Olahraga Nasional Ind...
Metro07 Agustus 2026 12:48
Surplus Rp130 Miliar Jadi Sinyal Positif, Bapenda Makassar Genjot Pendapatan dan Bersih-bersih Pajak
MAKASSAR, Trotoar.id — Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar justru men...
Politik06 Agustus 2026 15:53
Golkar Sulsel Bersiap dengan Wajah Baru, IAS Targetkan Struktur Rampung Pekan Depan
Makassar, Tritoar.id – Langkah konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki fase akhir.  Setelah melalui serangkaian pembahasan intensif, ti...