Trotoar.id, Makassar – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak menyebut, a!nak-anak yang di jadikan pengemis merupakan tindakan eksploitasi anak yang dilakukan orang tua mereka.
Dia juga menyayangkan sikap dari orang tuanya yang membiarkan anak mereka menjadi pengemis atau meminta-minta.
“Kita isa lihat di sejumlah lampu merah banyak anak di jadikan pengemis oleh orang tuanya, dan ini sangat miris kita melihatnya” Kata
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Makassar, Achi Soleman 7 April 2022.b
Seharusnya anak yang berusia dini tersebut, tidak harus ada di jalan menjadi seorang pengemis, melainkan mereka harus mengembangkan diri dengan hal yang positif dan mengejar pendidikan.
Bahkan temuan sejumlah kasus dan laporan yang diterima, bahkan ada anak yang harus di pukul oleh orang tuanya jika tak mendapatkan uang dari hasil mengemis di jalan.
“Ini fakta, kami melihat anak ini dipaksa orang tuanya di persimpangan ruas jalan. Ini sempat kita ambil dalam keadaan memar kita sempat tanya ini kenapa biru dan lebam? Ternyata anak mengungkap kalau saya minta di jalan dan tidak mendapat uang sebesar Rp50 ribu saya dimarahi. Ini akibat pukulan dan siksaan si ibu. Seorang ibu tega,” sambungnya.
Kemudian, dikatakan, jika hasil mengemis yang dilakukan anak di gunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga keluarga, hingga membayar cicilan motor dan arisan yang dilakukan orang tua mereka,
“Coba bayangkan dimana perasaan dan hati nurani ketegaan. Makanya mereka mengabaikan sekolah, ini juga butuh kerja keras ada kewajiban melakukan perlindungan anak,” jelasnya.
Hingga dinas yang dipimpinnya juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut membantu mencegah terjadinya eksploitasi anak yang dilakukan oleh orang tua mereka
Dengan tidak memberikan uang kepada pengemis di jalanan. Ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan.
“Ini perlu aksi bersama, bentuk upaya juga dengan tidak memberikan anak uang di jalan sangat membantu otomatis tidak akan tinggal di jalan,” katanya.




Komentar