Penmda Bantaeng

Lepas Karnaval Merdeka Toleransi, Ilham Azikin: Indahnya Keberagaman di Bantaeng

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Sabtu, 20 Agustus 2022 17:36

Lepas Karnaval Merdeka Toleransi, Ilham Azikin: Indahnya Keberagaman di Bantaeng

Trotoar.id, Bantaeng — Seluruh kelompok agama, komunitas dan organisasi kepemudaan serta pesantren berkumpul di Lapangan Pantai Seruni, Sabtu, 20 Agustus 2022.

Mereka bersama-sama mengikuti rangkaian Karnaval Toleransi yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng bersama dengan Pemkab Bantaeng.

Kepala Kanwil Agama Kabupaten Bantaeng, Ahmad Jaelani mengatakan, kegiatan ini diikuti lebih dari 3.000 warga Bantaeng. Mereka terdiri dari seluruh elemen keagamaan yang ada di Bantaeng. Selain itu, ada juga kelompok, komunitas dan organisasi kepemudaan yang ada di Bantaeng. Serta santri dari seluruh pesantren yang ada di Bantaeng.

Dia menambahkan, kegiatan ini adalah bagian dari bentuk kebersamaan yang telah terjalin selama ini di Bantaeng. Dia menyebut, Bantaeng adalah daerah yang menjunjung nilai-nilai keberagaman.

“Ini bukti kebersamaan. Kebersamaan yang membawa Bantaeng yang lebih baik di masa yang akan datang,” jelas dia.

Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin mengatakan, karnaval merdeka toleransi adalah salah satu bentuk pencerminan masyarakat di Bantaeng. Dia menyebut, ini adalah bentuk penghargaan atas keberagaman yanga da di Bantaeng.

“Ini adalah pencerminan masyarakat Banateng yang menghadirkan kesadaran atas keberagaman yang menghantarkan kita menuju capaian-capaian yang ada saat ini,” jelas dia.

Dia mengatakan, saat ini, Bantaeng sangat menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Terbukti, Bantaeng menjadi salah satu daerah yang lekas bangkit setelah terpuruk pandemi Covid-19. Dia menyebut, capaian itu tidak terlepas dari upaya masyarakat menjaga kedamaian di atas perbedaan yang ada.

“Di Bantaeng ini, paling jarang orang bertanya dari suku mana? agama apa?. Selama kehadiranmu memberikan kebermanfaatan, maka kita akan diterima dengan baik sebagai masyarakat Bantaeng,” jelas dia.

Dia juga berpesan kepada semua masayrakat untuk senantiasa menjaga keberagaman dan toleransi ini. Menurutnya, toleransi atas keberagaman adalah bentuk kehormatan masyarakat Bantaeng.

“Kita jaga ini. Kalau ada yang berupaya merusak toleransi, maka dia adalah orang yang mengganggu kehormatan orang Bantaeng,” jelas dia.

Dia juga berharap, perbedaan perspektif yang muncul sebaiknya tidak ditanggapi dengan berlebihan. Perbedaan yang muncul adalah rahmat yang harusnya tidak membuat rusaknya hubungan baik antar sesama.

“Perbedaan perspektif baik dari segi politik dan kemasyarakatan memang tidak bisa dihindarkan. Tetapi itu bukan untuk menganggu atau merusak kedamaian yang ada saat ini,” jelas dia.(*)

Penulis : Eka

 Komentar

Berita Terbaru
Politik28 Juli 2026 15:43
Usulkan 20 Nama, Pattarai: SOKSI Siap Perkuat Kepengurusan Baru Golkar Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id – Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sulawesi Selatan resmi mengusulkan 20 n...
Metro28 Juli 2026 13:38
Makassar Jadi Daerah Percontohan Digitalisasi Bansos Nasional
Makassar, Trotoar.id – Kota Makassar resmi ditunjuk pemerintah pusat sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) pelaksanaan digitalisasi ...
Uncategorized28 Juli 2026 13:33
Tak Perlu Modal Besar, Appi: Cukup Dua Ember untuk Mulai Pilah Sampah dari Rumah
MAKASSAR, Trotoar.id – Pemerintah Kota Makassar resmi memperkuat reformasi pengelolaan sampah melalui penerbitan Instruksi Wali Kota Makassar Nomor ...
Politik28 Juli 2026 13:27
IAS Mulai Rancang Formasi DPD I Golkar Sulsel 2026-2031, Sejumlah Nama Masuk Bursa Pengurus
MAKASSAR, Trotoar.id – Tim formatur hasil Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai bergerak menyusun komposisi kepengurusan...