Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani memberikan arahan pada kegiatan sosialisasi penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam tindak pidana perdagangan orang atau TPPO Tahun 2022.
Trotoar.id, Makassar – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani memberikan arahan pada kegiatan sosialisasi penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam tindak pidana perdagangan orang atau TPPO Tahun 2022.
Sosialisasi yang dilakukan dirangkaikan dengan penandatanganan MoU sebagai bentuk komitmen bersama tentang pergerakan pemberdayaan masyarakat dan pencegahan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak
Pada kesempatan tersebut, bupati perempuan pertama di Sulsel, mengatakan sosialisasi dan kerjasama yang di bangun sebagai wujud pemerintah dalam menjabarkan program yang tertuang dalam RPJMD kabupaten Luwu Utara 2021-2026 dengan mengacu pada pelayanan dasar yang berkeadilan sosial, ekonomi produktif dan berdaya saing dengan tujuan meningkatkan kualitas pembangunan manusia
“Ada Lima program unggulan BISA yaitu pemberdayaan perempuan, anak disabilitas dan kaum milenial telah berupaya mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk TPPO,” Kata Indah Bupati Luwu Utara
Lanjut Indah, peningkatan sumber daya manusia perlu ditingkatkan mengingat indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia yang akan menikmati bonus demografi, olehnya itu perlu dicatat bagaimana bonus demografi ini tidak hanya secara kuantitas tetapi yang paling penting adalah kualitas sumber daya manusia.
Karena jelasnya, jika secara kuantitas kita dapatkan secara kualitas juga kita dapatkan maka bonus demografi bukan membantu kita dalam akselerasi pembangunan tetapi justru akan menjadi beban pembangunan jadi manusia yang banyak tetapi tidak berkualitas akan menjadi beban,
“Dari sisi regulasi sudah banyak dihasilkan artinya komitmen yang kuat kita lihat dari perda dan perbup serta surat edaran bupati yang sudah menyebutkan secara khusus pada penyelenggaraan perlindungan pada anak dan perempuan,” ujarnya
Lebih jauh dikatakan, bagaimana menjamin implementasinya di lapangan, regulasi ini dimaksudkan selain untuk komitmen juga untuk memastikan adanya keberlanjutan yang sifatnya terus menerus.
“Ini perlu atensi kita semua karena pendekatannya sekarang adalah top down support olehnya kita berharap nanti didorong partisipasi masyarakat, kita berharap dengan dukungan berbagai pihak dengan memberikan edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan menunjukkan perhatian pemerintah mulai dari pusat sampai kabupaten terkait dengan upaya pencegahan KtP/A serta TPPO,” jelasnya
Sementara itu, Kadis P3AP2KB Andi Zulkarnain mengatakan, tujuan kegiatan untuk meningkatkan jejaring dengan berbagai pihak dalam upaya pergerakan masyarakat dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk TPPO
“Meningkatkan kepedulian masyarakat respon cepat dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, adanya komitmen bersama untuk bersinergi dalam membangun upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak,” Jelasnya
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Suasana Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidenreng Rappang, Senin pagi,…
WAJO, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, meninjau langsung pelaksanaan proyek pembangunan di…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Air Minum (PDAM) terus bergerak cepat menangani…
This website uses cookies.