Partai Golkar

Golkar Dalam Ancaman Jadi Pemenang Pemilu, Nurani Strategi Nasdem dan Geridnra Memiliki Peluang Geser Golkar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 10 November 2022 16:58

Bendera Partai Golongan Karya (Golkar)
Bendera Partai Golongan Karya (Golkar)

Trotoar,id, Makassar — Meski pemilu bari akan digelar 14 Februari 2024 mendatang, namun banyak pihak memprediksi jika partai Golkar sedikit kewalahan untuk mempertahankan posisi tahta sebagai ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. 

Apalagi saat ini Golkar dengan konflik yang terjadi di internalnya akan menjadi faktor utama partai golkar sulit mempertahankan posisi yang telah di raihnya turun temurun dalam kompetisi politik lima tahunan. 

Mengingat cukup ketatnya persaingan yang terjadi antara partai peserta pemilu, juga akan menjadi faktor pendukung lainnya Golkar sulit untuk mempertahankan posisi yang telah diraih dalam tahun sebelumnya 

Baca Juga  Jelang Musda, Kader Golkar Lutra Jagokan Suaib Mansur

Dilihat dari hasil pemilu 2019, Partai Golkar mampu meraih 13 Kursi dan menjadikan golkar sebagai pemenang pemilu, namun itu dapat dekradasi, mengingat beberapa daerah pemilihan (Dapil) sebut saja dapil 10, 11, 6, dan golkar sedikit kewalahan mempertahankan dua kursi di dapil tersebut 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Nurani Strategi Nurmal Idrus mengakui jika Golkar saat ini terbilang tertinggal dari partai pesaingnya, khususnya dalam konsolidasi struktur termasuk belum solidnya kader golkar untuk menghadapi pemilu 202. 

Baca Juga  Musda Digelar di Makassar, Kader Golkar Toraja Teriak: Jangan Salahkan Kami Kalau Airlangga Kalah

“Iya golkar sedikit tertinggal dari pesaingnya, bahkan Golkar sendiri mau dikata belum solid secara internal untuk menghadapi pemilu 2024 akan datang,” Kata Nurmal 

Apalagi Konsolidasi merupakan salah satu faktor penunjang utama yang dapat mempertahankan posisi dan perolehan hasil pemilu pada tahun 2019 kemarin, termasuk Golkar harus memiliki strategi yang matang dalam menentukan caleg yang akan mewakili golkar di setiap dapilnya 

Baca Juga  Buktikan Komitmen Memenangkan Golkar dan Airlangga, IAS Mulai Road Show keliling Sulsel 

“Golkar tidak harus terpaku pada 100 persen kader untuk masuk dalam DCT. Perlu ada orang baru dengan kemampuan baik modal sosial maupun finansial untuk masuk dalam DCT,” Jelasnya 

Saat ini, mau dikata Golkar tertinggal dari partai penentangnya, NAsdem, Gerindra dan PPP, bahkan Golkar mau dikata sedikit lambat dalam menjalankan konsolidasi struktru, dimana konsolidasi merupakan langkah awal yang cukup penting dalam dalam menyusun strategi untuk menambah atau mempertahankan apa yang diraih pada pemilu sebelumny.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...